APLIKASI E-COMMERCE

Pada bab ini, berfokus pada aplikasi komputer yang didesain untuk berinteraksi dengan individu dan organisasi yaitu konsumen, pemasok, dan rekan bisnis lainnya. Dengan kata lain, electronic commerce (e-commerce) memerlukan aplikasi IT yang memperluas organisasi dalam meraih yang diluar dengan batasan organisasi. Jadi e-commerce adalah trasmisi elektronik dari transaksi pembeli/penjual dan informasi lainnya antara individu dan bisnis atau antara dua atau lebih bisnis yang menjadi rekan.

Salah satu fenomena ekonomi yang didiskusikan telah dibuat dan berkembang pada bisnis on line yang menerima pendapatan berdasarkan kesibukan dari web sites yang disebut dot-coms (“.com”). karena aplikasi e-commerce sangat berpengaruh pada strategi bisnis, kita akan mulai dengan melihat beberapa peluang strategis dan pemakai teknologi bagi inisiatif e-commerce.

A. E-Commerce Via Internet

Sejarah komersial internet cukup singkat, ada dua peristiwa utama di tahun 1990-an dalam pertumbuhannya. Pertama, tahun 1991 organisasi di United States bertanggung jawab untuk mengelola kekuatan internet saat itu yang mencabut larangan penggunaan komersial internet. Kedua, pada tahun 1994 komersial Web browser pertama (Netscape Navigator) dirilis sebagai produk bebas oleh pengembangnya dalam usaha untuk membangun permintaan dengan cepat untuk pelayanan Web onlinenya. Aliran difusi pertama browser Netscape, dan kemudian browser Microsoft (Internet Explorer), menciptakan peluang baru bagi bisnis baru dan lama untuk mencapai konsumen dan bisnis yang mempunyai computer yang terhubungkan ke Internet dimana saja di seluruh dunia.

Perkembangan utama sejak perkenalan komersial browser, awalnya, teknologi Web diciptakan untuk komunitas ilmiah (scientific) untuk pertukaran dokumen yang digunakan oleh organisasi komersial untuk menciptakan kehadiran Web dengan kepentingan dokumen untuk shareholder, public, dan konsumen potensial. Teknologi Web untuk mendukung interaktivitas dengna pengguna kemudian dieksploitasi, dengan rancangan Web site yang lebih mencolok untuk menangkap “eyeballs” pengunjung Web site. Implementasi cara yang aman untuk mentransmisi transaksi yang sensitive dan standar untuk proses kartu kredit pada tahun 1998 mengisi perkembangan Web site dengan penjualan produk dan jasa bagi konsumen dan bisnis lainnya. Sistem pengembang kemudian mulai focus pada teknologi tidak hanya untuk menyediakan kemampuan penelitian pasar.

Peluang Stategis

Beberapa kerangka kerja tentang peluang dan ancaman strategis perusahaan telah dikembangkan oleh guru strategi manajemen Michael E. Porter sejak awal 1980an. Pertama, semua strategi bisnis yang perusahaan pakai untuk mendapat keunggulan kompetitif dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu (Porter, 1985):

  1. Harga, bersaing dengan bisnis lain dengan memakai strategi low cost pada produk dan jasa.
  2. Diferensiasi, bersaing dengan bisnis lain dengan menawarkan produk atau jasa yang konsumen sukai karena karakteristik superioritas seperti inovasi produk, kualitas produk, atau pelayanan pelanggan.
  3. Fokus, bersaing pada harga atau diferensiasi dengan relung pasar tertentu.

Aplikasi e-commerce juga memungkinkan perusahaan untuk bersaing pada kedua harga dan diferensiasi, tetapi dengan cara baru.

Kedua, model rantai nilai menjadi alat perencanaan strategis yang penting untuk menolong perusahaan dalam memahami aktivitas bisnis utama yang menambah nilai pada produk atau jasa mereka (Porter, 1985). Tentu saja, untuk perusahaan yang pelanggannya termasuk konsumen akhir, kesuksesan proses pemesanan dengan menggunakan Web akan tergantung pada perusahaan yang mempunyai komputer dengan akses internet.

Ketiga, model tekanan persaingan dari Porter telah digunakan pada beberapa dekade untuk bisnis dalam menfgantisipasi dan merencanakan respon strategis untuk kelima tekanan kompetitif dengan industri perusahaan (Porter, 1985). Model ini juga dapat digunakan untuk memeriksa peluang dan ancaman yang dikenalkan oleh e-commerce via internet.

Technology Enablers

Setelah beberapa tahun dari pengembangan teknologi internet dan percobaan bisnis, internet sudah dibuktikan untuk rantai pasokan dan interaksi bisnis dengan pelanggan yang menahan potensi untuk keunggulan kompetitif. Salah satu dari pemakai teknoloogi terbesar untuk B2B (business to Business) commerce adalah XML (Extensible Markup Language).

Alat-alat pengukuran untuk melacak pengguna dan sukses dari aplikasi Web juga dilanjutkan sejak pertengahan tahun 1990an. Hukum Metcalfe juga menyediakan penjelasan teoritis mengenai mengapa internet akan menjadi lebih menarikutk e-commerce untuk tahun mendatang: nilai dari jaringan pada tiap anggota adalah jumlah yang proporsional untuk pengguna lain. Dengan kata lain, ada peningkatan pengembalian pada pengguna internet.

Lingkungan Legal dan Regulasi

Sebagai tambahan dari inovasi dalam strategi bisnis dan teknologi, lingkungan legal dab regulasi di Amerika juga mempunyai peranan utama pada awal pengembangan internet untuk e-commerce. Aplikasi IT, pelayanan, dan teknoloogi komunikasi yang memungkinkan e-commerce tergantung pada dua tipe pilar lingkungan: pilar teknologi standar dan pilar lingkungan legal dan regulasi. Memberikan keaslian dan komersial singkat dari internet, kebijakan dan perundang-undangan ileh badan pemerintah di Amerika telah menjadi bentuk primer dari internet.

Kebijakan pajak di Amerika, pajak penjualan dari produk dan jasa dikumpulkan pada tingkat negara bagian. Kelemahan dari geografi fisik berhubungan dengan transaksi pembelian on line melalui internet, pengembangan kebijakan pajak penjualan diperlukan oleh pemerintah.

Hukum hak cipta untuk software berlanjut lebih sulit untuk menekan pada tingkat internasional. Tingkat kecepatan dari pengembangan teknologi, mereka juga lebih sulit untuk menekan pada tingkat nasional.

Hukum penentang penggabungan industri, department of justice melawan industri perusahaan IT telah terlibat pelanggaran monopoli oleh AT&T dan perusahaan Microsoft. Satu ironi adalah bahwa katalisator untuk difusi cepat dari internet telah muncul dari produk Microsoft sebagai standar industri.

Keamanan, salah satu hambatan terbesar pada difusi dari internet internet berbasis aplikasi e-commerce untuk konsumen akhir, sama seperti bisnis, berlanjut menjadi lemah kepercayaan dari keamanan internet. Dua isu utama dari keamanan adalah bagaimana mengendalikan akses ke komputer yang secara fisik terhubung dengan internet dan bagaimana menjamin bahwa keamanan memberikan komunikasi, seperti transaksi bisnis yang tidak dilanggar.

C. Aplikasi B2C (business to Consumer)

E-commerce B2C adalah transmisi elektronik dari transaksi penjual-pembeli dan hubungan informasi antara konsumen akhir dengan satu atau lebih bisnis. E-commerce business to consumer (B2C) meramal untuk berkembang sangat cepat bagi perusahaan yang mempunyai akses internet dan perhatian konsumen tentang keamanan transaksi dan hak individu. Aplikasi e-commerce termasuk tidak hanya Web sites untuk aktivitas penjualan dan tipe lain dari pendukung pelanggan baik pembelian awal maupun pembelian akhir, tetapi juga web sites untuk informasi.

Manfaat potensial dari aplikasi B2C adalah memberikan perusahaan akan dapat tergantung pada pasar dimana bersaing dan perusahaan dalam industri secara tradisional menjual secara langsung kepada konsumen akhir. Aplikasi B2C juga memungkinkan perusahaan untuk bersaing dengan cara baru, karena web sites menjadi poin utama dari kontak pada konsumen akhir.

Contoh Retailing

Salah satu cara yang tepat dalam mempelajari strategi dan taktik aplikasi B2C adalah menganalisa web sites umum yang ada. Deskripsi web sites kita dibagi menjadi tiga kategori: retailer produk, retailer jasa, dan retiler baru. Retailer produk, salah satu dari dot-coms terbesar yang berhubungan dengan internet adalah Amazon.com, dimana dinamakan seperti sungai terbesar didunia. Pendirinya adalah Jeff Bezos, merupakan visionari dalam e-tailing, walaupun perusahaan belum melaporkan keuntungannya setelah lima tahun beroperasi. Amazon.com merupakan sutu merek dari toko buku terbesar didunia. Retailer jasa, perusahaan yang menyediakan jasa tentang informasi yang intensif juga telah menjadi implementator dari aplikasi B2C. Satu industri yang secara signifikan telah berubah dengan kemampuan e-commerce dari internet adalah industri jasa broker seperti Ameritrade dan E*Trade.

Retailer baru, internet juga memfasilitasi pengenalan dari retailer baru untuk transaksi B2C. Salah satu yang terbesar dari retailer baru ini adalah Priceline.com, adalah bisnis on line yang targertnya adalah para wisatawan yang ingin berpergian dengan biaya rendah, tetapi mempunyai fleksibilitas pada perjalanannya. Pendirinya adalah Jay Walker yang beraliansi dengan perusahaan penerbangan yang tertarik.

Peranan Strategi dan Taktik B2C

Salah satu cara untuk menggolongkan strategi B2C adalah berfokus pada manfaat yang diterima dari aktivitas rantai nilai dan strategi harga/diferensiasi pada bisnis. Untuk perusahaan tradisional, internet menawarkan saluran baru untuk pemasaran, penjualan, dan pelayanan pelanggan yang dapat menyediakan penghematan biaya dan peluang baru diferensiasi pelayanan.

Tantangan utama dari dot-coms adalah menjual produk dan pelayanan nyata yang dikembangkan dari sistem off line untuk melengkapi proses pemesanan. Pada kenyataannya, Amazon.com sukses pada bisnis buku dot-com yang mempunyai atribut pada akses untuk infrastruktur distributor utama.

D. Aplikasi B2B (business to business)

E-commerce B2B adalah transmisi elektronik dari penjual-pembeli dan informasi antara dua atau lebih bisnis. Secara umum, sejarah tentang aplikasi B2B, aplikasi e-commerce antara bisnis telah ada lebih dari dua dekade. Kita akan mendiskusikan lebih detail pada seksi selanjutnya, manfaat utama dari IT pada pemasok dan pelanggan adalah: peningkatan kecepatan, menurunkan biaya transaksi baik bagi pemasok maupun pelanggan, menciptakan pasar baru bagi pembeli dan penjual pada ruang cyber yang tidak terbatas pada geografi, dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pemasok dan pelanggan.

Sistem Interorganisasional

Sampai pada pertengahan tahun 1990an, cara utama dari komunikasi secara elektronik dengan pemasok, pelanggan, dan rekan bisnis lainnya telah dikembangkan pada aplikasi e-commerce yang dinamakan sistem interorganisasional (IOS). Awalnya IOS merupakan sistem kepemilikan, yang dikembangkan oleh pemain industri utama atau kelompok dari perusahaan. Biaya untuk implementasi seperti sistem menutup kerugian oleh manfaat seperti mengurangi biaya rantai pasokan untuk pelanggan dan meningkatkan kecepatan transaksi antara rekan bisnis.

Ketika IOS komputer ke komputer telah dibangun, bisnis juga menjadi menggunakan konektivitas baru lebih daripada transmisi secara elektronik permintaan pesanan dan konfirmasi. Pada tahun 1990an, bnayak perusahaan mengembangkan aplikasi IOS sebagai perintah untuk kompetitif (Clemons, 1991).

Electronic Data Interchange (EDI)

EDI adalah metode komunikasi komputer ke komputer dimana rekan perdagangan dalam satu atau lebih organisasi menukar transaksi bisnis. Transaksi termasuk dokumen dalam format struktur yang dapat diproses oleh software aplikasi penerima. Jenis dokumen bisnis untuk standar EDI telah dikembangkan termasuk pemesanan pembelian, pemesanan pengetahuan, permintaan untuk penetapan, kuota, bills of lading, catatan pengiriman, dan medical claims.

Ada tiga manfaat utama dari EDI via IOS yaitu mengurangi perputaran waktu dari aktivitas bisnis, penghematan biaya untuk transaksi otomatis dan penghilangan dokumen, dan meningkatkan koordinasi antar perusahaan serta mengurangi biaya koordinasi antar perusahaan.

Peluang B2B via Internet

E-commerce B2B via internet merupakan peramalan perkembangan yang sangat cepat pada awal dekade pada milenium baru untuk tiga alasan. Pertama, internet adalah jaringan publik dengan biaya rendah dan secara potensial mengurangi biaya operasional. Kedua, dapat mencapai tingkat global, memungkinkan peningkatan besar pada sejumlah rekan perdagangan. Dan yang ketiga, EDI via internet dapat menyempurnakan atau bahkan mengganti Strategi EDI untuk mendapatkan manfaat dari pengurangan siklus waktu, penghematan biaya, dan meningkatkan koordinasi antar perusahaan.

Teknologi sekarang menawarkan cara utama untuk bisnis untuk mengganti transaksi EDI dengan bisnis pelanggan atau pemasok via internet (Senn, 2000): Transaksi dapat diubah via FTP, pesan e-mail, atau teknologi Web.

Contoh Aplikasi B2B

Permintaan terhadap software untuk menyatukan data dan proses melalui aktivitas rantai pasokan digunakan untuk mengembangkan pasar penjual software ERP, pertumbuhan permintaan bagi aplikasi e-commerce B2B via internet adalah hasil dari pasar baru untuk software B2B.Ariba dan Commerce One adalah pemimpin pasar yang menyediakan aplikasi software baik untuk pembeli maupun penjual.

Peranan Startegi dan Taktik B2B

Internet menawarkan cara baru dari efisiensi dan efektivitas biaya dari suatu bisnis dengan jaringan global dari pembeli maupun penjual. Aplikasi B2B sudah mengimplementasikan untuk melayali bisnis berskala besar maupun kecil, dengan atau tidak dengan jasa profesional yang mungkin terlibat kontak interpersonal.

Pada umummnya, aplikasi B2B menyarankan kelanjutan pertumbuhan dalam teknologi informasi antara rekan perdagangan, dan melanjutkan pergerakan dari integrasi vertikal. Dengan kata lain, teknologi informasi telah memungkinkan perusahaan menerima manfaat melalui organisasi yang berbeda via rekan kooperatif yang hanya dapat diterima dengan batasan organisasional.

About these ads

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on January 23, 2009, in Sistem Informasi Manajemen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: