Category Archives: Artikel Pelatihan
“Capping Day” Politekkes Kebidanan Surakarta

FPC
Pengalaman dan ilmu akan didapat oleh pribadi yang mampu memberanikan dirinya untuk belajar, menghargai kesalahan, dan sensitive untuk melihat perkembangan lingkungan. Peryataan ini terasa lengkap saat saya menjadi pembicara dalam acara Capping Day yang digelar pada hari Jumat, (29/3) 2009, di Politeknik Kebidanan Surakarta. Acara tersebut dilaksanakan sebagai awal bagi para mahasiswa jurusan kebidanan untuk memperoleh pengalaman lapangan di berbagai lembaga kesehatan, baik rumah sakit, klinik, rumah bersalin dan lain-lain. Seperti pribadi lainnya, maka terkadang saat menghadapi situasi yang berbeda dan baru maka akan muncul ketegangan, ketakutan, namun penuh dengan rasa ingin tahu. Persoalan sebenarnya adalah apakah perasaan itu berani ditempatkan sebagai pendorong untuk memiliki optimisme, atau menjadi beban yang memberikan perasaan berat untuk melangkah. Inti dari semua itu adalah keberanian untuk menerima apa yang ada didepan dengan positif. Artinya apa, bahwa saat anda belum mampu untuk menerima apa yang ada, maka akan selalu muncul alasan dengan muatan sebaliknya. Semakin anda kuat perasaan itu, maka semakin kuat penolakan yang anda rasakan. Read the rest of this entry
Menjaga Kualitas Diri Dengan Keutamaan
Pernakah anda mendengar sebuah kata-kata bijak yang mengatakan “rumput tetangga memang tampak lebih hijau”. Pemaknaan atas ungkapan itu memberikan sebuah gambaran bagaimana seringnya anda nampak mengagumi apa yang tercipta disekeliling anda. Anda memberikan apresiasi yang mendalam atas apa yang telah Tuhan ciptakan, dengan gunung yang tinggi, laut dengan beragam potensi airnya, hutan. Demikian juga dengan hasil peradapan, teknologi komputer, gedung-gedung pencakar langit, atau simbol-simbol kemewahan seperti mobil BMW, pena Parker, dan sebagainya. Read the rest of this entry
Pelatihan Pelayanan Prima
Dalam pasar yang sangat sensitif seperti saat ini maka diperlukan pendekatan baru yang lebih humanis dan unik dalam mengelola pelanggan. Pasar sensitif ini ditunjukkan dengan kejelian dan kekritisan pelanggan dalam menilai kualitas jasa dan produk yang dikonsumsi. Dengan demikian, maka kesalahan dalam penetapan kualitas dan standarisasi layanan perlu diminimalkan. Karena sangat mungkin pelanggan sensitif ini cepat berpaling ke “lain hati” untuk mendapatkan kulitas pelayanan yang semakin baik. Read the rest of this entry
