Category Archives: Interpersonal skill
Who Am I ??
Abraham lincoln Presiden ke-16 Amerika Serikat (1809-1865) menyatakan “Jika saya punya waktu delapan jam! untuk menebang pohon, Saya akan menghabiskan waktu enam jam! untuk mengasah kapak”. Sebuah perumpamaan yang sangat dalam artinya jika kita mencoba mengkaitkannya dengan ketrampilan interpersonal. Seperti yang dikatakan Lincoln setiap interaksi harus diawali dengan persiapan yang matang agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan memberikan keuntungan. Untuk itu penting artinya jika kita akan membangun hubungan dengan orang lain, maka kita harus menyiapkan diri kita secara positif. Kata kunci dari semuanya itu adalah “penerimaan”. Penerimaan bisa berupa senyum yang tulus, sambutan yang hangat, komunikasi yang konstruktif, keinginan untuk saling membantu, penuh dengan solusi, dan lain sebagainya. Jika hal itu yang kita inginkan dalam kegiatan komunikasi dengan orang lain, maka siapkan diri sahabat Read the rest of this entry
Urgensi Soft Skill Bagi Lulusan Perguruan Tinggi
PARA pengguna tenaga kerja kerap mengeluhkan lulusan perguruan tinggi (PT) yang berkualitas setengah hati. Bagaimana tidak kecewa, kalau lulusan yang dicetak ternyata kurang tangguh, tidak jujur, cepat bosan, tidak bisa bekerja teamwork, sampai minim kemampuan berkomunikasi lisan dan menulis laporan dengan baik. Mengapa itu bisa terjadi?
Dalam dunia kerja, komentar tentang kualitas para sarjana semacam, “pintar sih, tapi kok tidak bisa bekerja sama dengan orang lain” atau “jago bikin perancangan, tapi sayangnya tidak bisa meyakinkan ide hebat itu pada orang lain”, atau “baru teken kontrak 1 tahun tapi sudah mundur, kurang tahan banting, nih,”, bukannya tidak jarang telontar. Tentunya hal itu bisa menjadi bahan evaluasi, bukan hanya bagi kampus tertentu, tetapi juga seluruh kampus di tanah air tanpa terkecuali. Read the rest of this entry
Bersih Itu Indah
Saya tertarik dengan sebuah kata dalam sebuah iklan sabun cuci di televisi. Dalam iklan itu, narator iklan menyebutkan kata “berani kotor, itu baik”. Kata kotor dalam iklan itu mengandung pesan bahwa, jika kita ingin lebih banyak tahu, belajar, mempunyai pengalaman, maka jangan takut mengambil resiko. Artinya apa, dalam setiap proses, pasti butuh pengorbanan, termasuk berkotor-kotoran ria. Namun, di akhir bagian iklan, bahwa yang kotor itu bisa menjadi bersih, dan kita bisa menambil pelajaran dari proses tersebut. Sahabat, jika kita pahami pesan iklan diatas, maka akhirnya bahwa semua hal yang kotor harus kembali bersih Read the rest of this entry
