Konsep Sistem Informasi Dasar

System adalah seperangkat komponen yang berkaitan yang harus bekerja secara bersama untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun suatu tiap komponen dirancang dengan sangat baik, efisien dan sederhana, suatu system tidak akan dapat berfungsi jika komponen-komponen tidak bekerja bersama. Perubahan pada sebuh komponen dapat berpengaruh pada komponen yang lain.

System informasi dapat didefinisikan dengan luas yaitu sekompulan tehnologi informasi, prosedur, orang yang bertanggung jawab untuk penngkapan, gerakan, manjemen dan distribusu data dan informasi.

Seperti halnya dengan system, komponen-komponen IS bekerja secara bersama. Untuk itu komponen harus konsisten, komplit, dan disambungkan dengan baik antara satu dengna yang lainnya.

7 kunci elemen system

system terbagi atas 7 elemen system umum sebgai berikut:

  1. Boundary : suatu gambaran di mana elemen (seperti komponen dan storage) berada dalam system untuk dianalisis dan yang berada di luarnya. Diasumsikan bahwa elemen yang berada di dalam system lebih mudah diubah daripada yang berada di luar system
  2. environment : segala sesuatu yang berada di luar system, enc\vironment menghasilkan asumsi-asumsi, batasan-batasan dan input ke dalam system.
  3. inputs : sumber ( data, material, suplai, energi) dari environment yang dikonsumsi dan dimanipulasi di dalam system
  4. outputs : sumber atau produk (informasi, laporan, dokumen, material, screen displays) yang dihasilkan untuk environment dengan aktivitas di dalam system
  5. Components : aktivitas atau proses dalam system yang mengubah input ke dalam bentuk berikutnya atau yang menghasilkan output system. Kompnen dapat juga dipertimbangkan sebagai system itu sendiri dalam kasus yang menyebutnya sebgai subsistem atau modul
  6. interface : tempat di mana dua komponen atau system dan lngkungannya bertemu atau berinteraksi untuk menyaring, menterjemahkan, menyetor dan membetulkan arus apapun dalam interface
  7. storage : area yang digunakan untuk storage informasi, energi, material dan sebgaianya dalam waktu yang permanen atupun temporal. Storage menghasilkan penyokong antar komponen untuk memungkinnya bekerja pada tingkat yang berbeda pada waktu yang berbeda dan untuk memungkinkan komponen-komponen berb

Karakteristik sistem lain yang penting adalh perbedaan antara sistem formal dan informal dalam konteks organisasi. Sistem formal adalah bagaimana cara organisasi dirancang supaya bekerja. Ketika terdapat kerusakan dalam sistem formal, atau ketika sistem formal menyesuaikan diri untuk berubah sesuai situasi bisnis, sistem informal dibangun.

Menyadari bahwa sistem informal mungkin tidak sama dengan sistem yang sebenarnya menjadi penting ketika menganalisis situasi atau proses bisnis.

Tiga karakteristik sistem yang penting untuk menganlsis dan merancang sistem informasi antara lain menentukan batasan, memecah sistem ke dalm modul (decomposisi) dan merancang interface antara sistem lama dan baru..

System boundary. System boundary menggambarkan apa yang ada di luar dan apa yang ada di dalam sistem. Batasan tersebut memisahkan lingkungan dari sistem atau menggambarkan subsitem satu dengan subsistem yang lain. Batasan dalam dunis sistem seringkali arbitrer, bahwa kita seringkali dapat memilih untuk memasukkan atau tidak sutu komponen ke dalam sistem. Pilihan di mana menggabarkan batasan tergantung pada

  • Apa yang bisa dikontrol. Elemen diluar kontrol tim proyek adalah bagian dari environment dan seringkali environment meletakkan pembatas dalam lingkup sistem.
  • Lingkup mana yang dapat dikelola dalam periode waktu yang ditentukan sistem yang kompleks mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk dirancang dan dibangun yang solusinya nanti tidak lagi menjadi pilihan yang terbaik ketika proyek selesai.
  • Apa dampak dari perubahan batasan. Seiring dengan tidakditemukannya bisnis atau informasi baru mengenai organisasi batasan sistem yang berbeda mungkin muncul dan jadi bermanfaat. Keputusan ini membutuhkan analisis yang hati-hati akan dampak tiap perubahan.

Component decomposition. Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berkaitan. Komponen sistem yang dilihat sebgai suatu sistem disebut sebagai subsystem(modul). Suatu Komponen sistem selanjutnya dapat dipecah lagi ke dalam subsitem-subsistem. Proses pemecahan sistem ke dalam level subsistem yang masing-masing menunjukkan detilnya disebut hierarchical (functional )decomposition.

Berikut ini lima tujuan penting dalam hierarchical decomposition

1. untuk mengatasi kompleksitas suatu sistem

2. untuk menganalisis atau mengubah hanya bagian dari sistem

3. untuk merancang dan membangun tiap subsitem pada saat yang berbeda

4. untuk mengarahkan perhatian pada target audience

5. untuk memungkinkan komponen-komponen sistem untu beroperasi lebih bebas.

Interfaces. Suatu interface merupakan titik kontak antara suatu sistem dan lingkungannya atau antara dua subsistem. Fungsi interface adalah sebgai berikut

· penyaringan: membuang data yang tidak berguna

· coding dan decoding : menterjemahkan data ke dalam format lain

· mendeteksi dan memperbaiki eror : mengecek untuk memenuhi standar dan konsistensi. Dengan mengisolasi tugas ini pada interface, komponen lain dapat bekonsentrasi dengan lebih bertanggung jawab

· Buffer : memungkinkan dua subsistem untuk bekerja bersama tanpa tersinkronisasi secara ketat.

· Security : membuang permintaan data yang tidak diotorisasi dan mengahsilkan mekanisme perlindungan yang lain.

· Summarizing: memadatkan input dalam jumlah besar ke dalam statistic yang seimbang atau parameter matematika untuk mengurangi jumlah pekerjaan yang dibutuhkan.

Interface juga dapat dibangun di antara sistem bebas yang sebelum belum ada. Terkadang interface ini disebut jembatan (bridges) karena menyambung dua sistem pulau. Program bridges relative umum. Bridges adalah suatu jalan yang sangat berguna untuk menyelesaikan tujuan perluasan kemampuan sistem manapun.

Tujuan lain yang juga penting dari interface adalah perangkaian kembali komponen-komponen sistem. Dua komponen-komponen sistem yang bergandengan membutuhkan komunikasi yang cepat dan berulang yang menciptakan kebebasan dan kemacetan dalam sistem. Jika salah satu komponen dalam sistem gagal, yang lain dapat berfungsi. Jika salah satu dimodifikasi yang lain juga harus dimodifikasi.

Metode-metode prinsip dari perangkaian kembali komponen-komponen sistem antara lain :

  • slack and flexible resources : menghasilkan pola alternative untuk diikuti ketika satu komponen hancur atau melambat

B. UNSUR MANUSIA

Di dalam sistem organisasi masa kini, manusia adalah penyedia dan konsumen informasi, seperti halnya para perancang sistim informasi. Bagaimana orang-orang saling berhubungan dengan sistem adalah suatu pertimbangan penting di dalam perancangan sebuah system apapun.

Manusia Sebagai Pengolah Informasi

Manusia secara konstan dapat menerima perasaan dari semua yang dirasakan. Kita mengambil rasa, masukan, intisari, perbandingan dari apa yang kita ketahui dan kita ingat, yang akan menghasilkan beberapa bentuk tanggpan. Nowell dan Simon (1972) model pengolahan informasi manusia, mempunyai empat komponen : penerimaan rasa, pengolahan , dan ingatan. Hal ini juga dijadikan dasar untuk model dari IPO dalam sebuah system informasi : masukan, proses, keluaran (mencakup penyimpanan).

Memori Manusia adalah suatu komponen pengolahan informasi manusia yang cukup penting. Percobaan Newell dan Simon menunjukkan bahwa manusia menggunakan tiga memori berbeda, atau system penyimpanan :

Ø Memori jangka pendek

Ø Memori jangka panjang

Ø Memori ekseternal

Manusia Sebagai Pembuat Keputusan

Karena pengambilan keputusan adalah tugas managerial yang umum, terdapat beberapa kajian tentang proses yang digunakan oleh manusia untuk membuat sebuah keputusan di dalam sebuah organisasi. Pemahaman tentang proses pengambilan keputusan untuk suatu rangkaian yang spesifik, tentu saja, cukup kritis untuk merancang sebuah system pendukung yang terkelola seperti telah diuraikan dalam Bab 6.

Pengambilan keputusan jauh lebih mencakup pembuatan beberapa pilihan. Ilustrasi pada gambar 8.2 melukiskan proses pengambilan keputusan sebagai siklus enam tahap, dengan umpan balik…. Sistim informasi dapat dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan oleh manusia tiap orang atau lebih banyak pada tahap-tahap berikut ini :

Ø Daya ingat

Ø Rencana

Ø Pilihan

Ø Bujukan

Ø Implementasi

Ø Follow-Up

Manusia Sebagai Penganalisa Masalah

Suatu proses utama digunakan dalam mengembangkan suatu system informasi baru yang disebut analisa dan desain system atau System Analistis & Design (SA&D). Proses SA & D didasarkan pada system ,mndekati pada pemecahan masalah. Di sini kita menguraikan beebrapa prinsip pokok yang berhubungan dengan teknik SA &D yang baik yang sesuai dengan karakteristik system kunci yang diuraikan sebelumnya.

Dua hal pertama prinsip utama tersebut adalah ini :

Ø Memilih lingkup yang sesuai : memilih batas system informasi sangat mempengaruhi kompleksitas dan mempunyai potensi keberhasilan dalam suatu proyek IT.

Ø Logika sebelum kenyataan : Anda harus mengetahui tentang system informasi apa yang harus lakukan sebelum anda dapat menetapkan bagaimana suatu system dapat beroperasi.

C. PROSES PERUSAHAAN

Pada tahun 1990, banyak organisasi mulai merubah bentuk usaha mereka dengan berusaha untuk menangkap dan menjawab dengan cepat persaingan global dan permintaan untuk pemangkasan biaya. Banyak dari bentuk usaha perubahan ini mengarahkan pada kepindahan dari suatu fungisional pendekatan “silo” mendekati menuju ke sebuah proses pendekatan yang berorientasi. Pengaturan pekerjaan dan struktur pekerjaan di dalam proses perusahaan menjadi lebih dibanding dengan fungsi perusahaan maupun hasil perusahaan.

Mengidentifikasi Proses Perusahaan

Pada bab 7, kita memperkenalkan peran suatu siklus untuk suatu pabrik yang mencakup enam proses unit : penelitian pasar, pengembangan produk, pencarian bahan baku, produksi produk, penjualan produk, dan pemenuhan pesanan pelanggan. Menurut Peter Keen (1997) identifikasi suatu proses inti perusahaan adalah merupakan tugas pokok dari analisis. Suatu proses inti perusahaan mestinya tidah hanya dipandang sebagai aliran pekerjaan. Melainkan, proses bisnis ini harus dipandang sebagai kewajiban dan asset perusahaan.

Perencanaan Ulang Proses Perusahaan

Dalam sebuah artikel seminar yang diterbitkan oleh Harvard Bussiness Review, Michael Hammaer menghimbau kepada perusahaan untuk mulai dengan “clean slate” dan menggunakan IT untuk melakukan perubahan secara keseluruhan. Pada awal 1990, konsultan perusahaan telah mengembangkan keahlian yang dikenal sebagai Bussiness Process Reengineering (BPR).

D. MEMPROSES PENYAMPAIAN SISTIM INFORMASI

Sekarang kita kembali pada proses dan teknik untuk mengembangkan sistim informasi. Di sini tujuan kita adalah untuk memperkenalkan konsep utama yang mendasari perangkat dari para ahli system professional. Kita juga menekankan pembahasan yang penting antara spesialis SI dan para manajer perusahaan tentang siapa yang diminta untuk mengambil bagian, memimpin, atau merancang system perusahaan itu.

Siklus Sistim Informasi

Terdapat tiga tahap pada model system informasi umum : definisi, konstruksi dan implementasi.

Pada tahan definisi, para pemakai dan penganalisa system melakukan beberapa langkah analisa pada operasi bisnis sekarang dan system informasi atau system pada area permasalahan. Operasi yang sedang berjalan dan sistem diuraikan melalui kedua proses dan orientasi data.

Tahap Konstruksi memerlukan perancangan, pengembangan, dan uji coba suatu system yang dibutuhkan dalam pengembangan pada tahap definisi. Sistem yang diuraikan pertama kali system penggunaan logika, baru kemudian kenyataan. Pada perancangan program dan pendataan disarankan menggunakan program dengan teknologi computer.

Pada tahap implementasi, para manajer perusahaan para professional SI bekerja sama untuk menerapkan system yang baru. Dalam tahap ini sering terjadi perubahan data dan pemeriksaan dari system yang lama.

Struktur Teknik Pengembangan Siklus Penggerak

Seperti halnya seorang arsitek yang menggunakan metode cetakbiru sebagai pemisahan dalam penyajian sebuah rumah, para ahli IS juga mengembangkan dan merencanakan teknik untuk mewakili kebutuhan system. Pada bagian ini kita akan menguraikan sebagian dari teknik tersebut.

Saat ini, proyek pengembangan IS yang mencakup dari suatu penerapan pemakai tunggal untuk suatu mesin pribadi tentang apa yang akan digunakan oleh beribu-ribu orang-orang di dalam sebuah organisasi besar. Lingkup dari proyek pengembangan besar masa kini telah membawa para ahli bangunan system antara peradaban dan pembatasan praktis. Skala dan kompleksitas dari proyek ini melebihi kapasitas satu pengembang atau bahkan suatu kelompok tunggal dari ukuran yang dapat dikendalikan.

Teknik Orientasi Yang Terarah

Pada masa lalu, sebagian besar dari proyek pengembangan IS sudah melibatkan otomatiasi suatu pembaharuan atau proses usaha yang berorientasi menutupi mengembangkan suatu yang spontan atau secara parsial mengotomatisasikan proses sebuah usaha. Kenyataan ini dicerminkan dari pendekatan mengenai cara yang pokok menuju pengembangan sebuah system : menguraikan apa yang anda miliki, menggambarkan apa yang anda ingin, dan menguraikan bagaimana anda akan membuatnya.

Langkah-Langkah Yang Dijadikan Model

Apakah suatu system selanjutnya manual atau dibuat sangat otomatis, fungsi dan arus aktivitas bisnis yang ada harus ditangkap. Pengetahuan suatu proses bisnis jarang terdapat pada seseorang, mungkin adanya perselisihan paham menyangkut yang nyata atau yang lebih menyukai proses. Prosedur, kebijakan, manual, format, laporan, dan dokumentasi lain digunakan bersama dengan individu dan wawancara kelompok untuk mengidentifikasi proses, peserta eksternal seperti penjual dan departemen fungisional lain, database lain atau aplikasi, masukan dan keluaran aktivitas yang terkait.

Langkah-langkah Dari Logika Menjadi Sebuah Model

Pada langkah ini, pengembang system membangun suatu model tingkat tinggi dengan suatu system hampa : system yang oleh para pemakai dan para manajer ingin digantikan pada saat ini. Logika menjadi sebuah model adalah suatu abstrak yang mengidentifikasi data dan proses yang diperlukan untuk system yang diinginkan tanpa memandang siapa yang mengerjakan suatu aktivitas, dimana itu terpenuhi, atau jenis komputer atau perangkat lunak yang digunakan.

Empat jenis symbol yang dipergunaan pada diagram arus data yaitu :

Ø Kesatuan Eksternal

Ø Arus Data

Ø Proses

Ø Gudang Data

Teknik Orientasi Obyek

Suatu orientasi obyek (O-O) menuju pengembangan system menjadi umum pada tahun 1990. Pergerakan menuju suatu Pendekatan orientasi obyek dapat merupakan suatu transisi sulit dengan ketrampilan yang baik dan diasah dengan teknik yang berorientasi memeriksa prosedur. Banyak organisasi IS bersandar pada calon baru untuk keahlian pada metodologi orientasi obyek untuk analisa dan disain, seperti halnya Bahasa program O-O seperti “C”.

Konsep Utama

Obyek dapat berupa seseorang, tempat, atau hal. Bagaimanapun, suatu perbedaan kunci antara suatu kesatuan dai dalam data yang mempergunakan dari suatu obyek adalah bahwa data menunjukkan seperti halnya metode yang berhubungan dengan operasi atau perilaku yang dapat dieksekusi oleh data yang terdahulu, sehingga menjadi bagian dari struktur obyek. Atribut dari suatu obyek metodenya tersembunyi di dalam obyek itu.

O-O Modelling

Teknik dan notasi untuk Analisa O-O dan model perencanaan sekarang sudah distandarisasi oleh Unified Modelling Language (UMI). Pemodelan dimulai dengan diagaram kasus penggunaan yang meliputi para pelaku dan tindakan yang mereka mulai. Para pelaku memiliki kesamaan dengan kesatuan eksternal di dalam suatu diagram arus data. Masing-masing pengguna kasus adalah suatu urutan tindakan yang diaktifkan oleh seorang pelaku yang spesifik, yang bisa melibatkan para pelaku lain.

E. KENDALI SISTIM INFORMASI

Seandainya anda dan pasangan anda atau seorang teman dengan siapa kamu mempunyai suatu rekening tabungan di bank sambungan [yang] secara terpisah pergi ke bank suatu hari untuk menarik yang sama $500 uang tabungan. Atau mengira suatu pengikut latihan melupakan untuk meliputi tanda desimal [itu] di (dalam) suatu penagihan baru menilai rencana. Atau mengira suatu juru [tulis] inventori suatu part number salah untuk merekam isu dari suatu item dari gudang, ini mengakibatkan suatu out-of-stock ststuas, yang [yang] secara otomatis menghasilkann suatu pesanan pembelian [bagi/kepada] suatu penjual, [siapa] yang kemudian mulai produksi, dan seterusnya. Situasi ini menggambarkan [hanya;baru saja] sebagian dari [lingkungan /tatacara] di mana manusia potensial kesalahan depat [muncul/bangkit] di [dalam] sistim informasi.

Kontrol dalam Tahap Implementasi

Tidak semua unsur-unsur diperlukan untuk meyakinkan operasi system sesuai dapat dibanguun ke dalam suatu aplikasi.menghindari dan mendekati akses tidak sesuai atau penggunaan, menyediakan data backup dan kemampuan kesempurnaan system, dan secara formal auditing system adalah semua mekanisme kendali yang berkelanjutan. Para pemakai dan para manajer bertanggung jawab untuk membiasakan diri dengan pengendalian mekanisme dan mengidentifikasi ketika orang-orang tambahan diperlukan untuk suatu aolikasi spesifik.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on January 23, 2009, in Sistem Informasi Manajemen. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: