Sukses Karier Bukan Sekedar…..nya.

Setiap manusia dalam hidup memberikan nilai agar mampu untuk lebih baik, lebih sejahtera, dan jauh dari kesengsaraan. Istilah gaul yang sering kita pakai dalam merepresentasikannya secara sederhana adalah “Didunia kaya, bahagia, dan di akhirat masuk Surga”. Sungguh indah jika kita mampu mewujudkan visi yang luar biasa tersebut. Banyak buku-buku motivasi yang memberikan arahan pada kita untuk meraih kekayaan, entah itu kekayaan secara materi ataupun kekayaan batin. Bahkan ada pula yang menawarkan kekayaan hanya dalam hitungan bulan, hari bahkan jam. Sebuah fenomena yang memang disadari sebagai sebuah realitas manusia bahwa sesungguhnya kita semua, termasuk saya dan sahabat, ingin menjadi orang kaya.

Kedua, selain kaya, pencapaian lain dari visi seorang umat manusia adalah bahagia. Dari sisi psikologis, bahagia bisa diartikan sebagai keadaan yang menyenangkan, penuh kedamaian, rasa tenang, sehingga tekanan lahir dan batin mampu diakomodasi dengan baik. Banyak cara orang untuk menempuh kebahagiaan, baik itu melalui jalan benar (diijinkan) atau bisa juga melalui cara yang tidak benar (benar). Contohnya orang jika ingin bahagia maka harus tercukupi kebutuhannya. Bagi mereka yang memiliki itikat baik untuk berproses, bekerja, untuk mendapatkan rizki yang halal. Namun, ada juga kebahagiaan yang diperoleh melalui jalan sesat. Biasanya kebahagiaan yang didapatkan tidah bertahan lama, atau mudah hilang. Contohnya orang yang karena ingin melepaskan beban hidup, akhirnya agar bisa bahagia (dalam sesaat), mengkonsumsi minuman keras dan narkoba atau berbuat yang kurang etis menurut agama ataupun masyarakat.

Visi ketiga yang diinginkan adalah masuk surga. Menarik jika kita kaji bahwa sekejam apapun manusia, sejahat apapun dia, jika ditanyakan hal yang hakiki tentang akhir kehidupan, maka dia akan memilih untuk masuk surga daripada neraka. Perbedaannya adalah bahwa cara pandang mereka tentang dunia dan akhirat bisa jadi terpisah. Sehingga rasa tanggungjawab untuk meraih surga dengan berbuat baik didunia sangat jarang dilakukan.

Sahabat, salah satu cara untuk mampu meraih ketiga visi dasyat diatas adalah dengan bekerja. Dengan aktivitas tersebut sahabat akan mendapatkan banyak hal, selain pendapatan. Oleh karena itu, penting kiranya sebagai insan yang ingin bahagia, kaya dan masuk surga maka kita harus mengelola karir kita, agar sukses dan membawa kita pada kebahagiaan yang diidamkan. Jika kita membahas karir maka, saat sahabat akan memutuskan untuk berkarir, maka ada dua macam bentuk karir:

  1. Karir Formal : adalah karir yang ditempuh oleh seseorang dengan bekerja secara profesional di lembaga formal. Lembaga formal ini contohnya sekolah, perusahaan, LSM, Bank, dll. Pertama, dalam karir formal jika kita masuk maka label kita adalah karyawan. Konsekuensi logisnya adalah secara formal sahabat diharuskan mematuhi peraturan, kebijakan, prosedur yang berlaku di perusahaan tersebut. Contohnya misalkan masuk kerja jam 07.00, maka kita harus datang tepat pada jam tersebut, keterlambatan dianggap sebagai ketidakdisiplinan dan akan menerima sanksi yang tegas, biasanya berupa surat peringatan atau SP. Kedua, karir diatur dengan sangat jelas, berapa gajinya, apa jabatannya, kapan promosi, apa penghargaannya, apa hukumannya, dan lain sebagainya. Ketiga, karir formal menuntut sahabat bekerja secara profesional sesuai dengan strandar kerja yang biasanya disebut sebagai SOP (Standart Operasional Pekerjaan). Dengan itulah sahabat bekerja dan melaksanakan segala tugas dan tanggungjawab. Keempat, dalam karir formal, sahabat otomatis dituntut untuk memiliki pendidikan ataupun keahlian yang disyaratkan oleh lembaga. Jenjang pendidikan formal minimun seperti SMU, D3, S1, S2,S3 atau pendidikan keahlian seperti mesin, listrik, komputer, akuntansi dan lain-lain. Oleh sebab itu, saat ini masih banyak sahabat yang saat ini berpendidikan dan berkeahlian, namun masih belum mampu menemukan karir formalnya, karena spesifikasinya belum mampu mencukupi kebutuhan dunia usaha.
  2. Karir Nonformal: Karir yang ditempuh seseorang, melalui jalur sektor informal. Pertama, seseorang yang memilih karir dijalur ini akan disebut entrepreneur atau wirausaha. Berbeda dengan karir formal, karir ini tidak mensyaratkan aturan yang ketat. Meskipun ada, maka sahabatlah yang menentukan aturan mainnya. Karena sahabat akan menjadi seorang manajer. Kedua, dalam karir nonformal tidak menuntut secara spesifik jenis pendidikan yang dibutuhkan. Sahabat mungkin sangat banyak wirausaha sukses yang sama sekali belum pernah menempuh pendidikan tinggi. Namun mereka ditempa, dan dididik oleh pengalaman dan keberanian dalam mengambil resiko. Ketiga, pendapatan karir nonformal tidak bisa ditentukan setiap bulannya, tergantung sejauh mana prestasi atau kinerja yang dia hasilnya, bisa jadi sangat besar kerena mendapat keuntungan yang banyak, namun terkadang kecil atau bahkan tidak mendapatkan pendapatan sama sekali, karena mendapatkan kerugian dalam menjalankan usahanya.

Kedua jenis karir diatas adalah pilihan yang harus sahabat pilih untuk menemukan tujuan untuk bisa kaya dan bahagia. Faktanya, pilihan karir formal lebih diminati karena menawarkan, eklusifitas sosial, kestabilan dalam pendapatan, kejelasan dalam jenjang karir, dan tentu saja lebih aman dalam membangun karir, karena setiap kergian merupakan tanggungan perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila sepanjang tahun kita akan melihat fenomena semakin membengkaknya jumlah pengangguran, karena ketersediaan pekerjaan di sektor formal masih sangat terbatas. Disisi lain, karir disektor nonformal belum banyak digeluti, karena masih menawarkan ketidakpastian dalam pendapatan, dan kemungkinan kerugian usaha yang akan ditanggung. Secara umum, baik itu karir formal ataupun nonformal jika digeluti secara profesional pasti akan menghasilkan sesuatu yang akan membawa kita pada visi hidup untuk kaya dan bahagia.

BAGAIMANA KARIR MAMPU MEMBUAT BAHAGIA

Karir tentu saja berorientasi untuk mewujudkan tujuan hidup. Namun tidak setiap karier membuat kita bahagia. Fenomena ”kutu loncat”, istilah yang dikenakan pada orang yang sering berpindah perusahaan, masih sering terjadi. Alasan yang paling sering disampaikan adalah mereka tidak lagi bahagia atau menikmati bekerja diperusahaan tersebut. Karir yang mampu membuat kita bahagia adalah:

  1. Karir yang mampu membuat kita menjadi pribadi yang selalu bisa meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kita. Setiap waktu dalam pekerjaan, kita selalu menerima informasi dan pengetahuan baru. Sehingga kita menjadi pribadi yang lebih mampu mengakomodasi informasi dan lebih matang dalam pengetahuan. Karir ini akan mencetak manusia yang selalu termotivasi setiap harinya, karena memiliki peluag untuk belajar sesuatu dari proses pekerjaannya.
  2. Karir dimana kita sebagai individu profesional mampu untuk membuat pencapaian sesuai yang disyaratkan dalam tugas dan tanggungjawabnya. Sebenarnya untuk menjadi bahagia kita tidak harus menunggu sampai kita berhasil dalam menempuh karir tertentu. Namun, kebahagiaan akan muncul jika ada antusiasme dalam mengerjakan setiap pekerjaan. Antusiasme ataupun motivasi ini muncul karena kita merasa yakin, bahwa kita mampu mengerjakannya dengan baik.
  3. Karir yang memberikan rasa tenang dan nyaman. Setiap aktivitas pekerjaan yang dilakukan pasti akan menimbulkan konsekuensi baik itu positif ataupun negatif. Hal-hal tersebut selalu akan ada selama proses karir berlangsung. Karir yang baik, adalah memberikan rasa aman dan nyaman. Artinya, bahwa dalam karir itu kita berada pada daerah yang jelas, bukan pada daerah abu-abu atau bahkan gelap. Contohnya jika kita menjadi pedagang, berkaryalah dengan aman dan nyaman, dan jangan menempuh jalur yang tidak tepat sehingga dalam pekerjaan selalu akan timbul kekhawatiran, ketakutan, rasa bersalah, dan kecendrungan untuk merugikan orang lain.
  4. Karir yang memberikan nilai tambah yang jelas. Nilai tambah bukan sekedar pendapatan yang cukup untuk meneruskan hidup, ataupun rumah, mobil yang menaungi keluarga kita dari terik matahari. Namun lebih dari itu, karir adalah ladang untuk bercocok tanam ibadah, kebaikan, keluhuran budi, hubungan yang harmonis, saling mengasihi, sehinggga kita akan menuai hasil yang indah dipenghujung karir kita nanti. Bukan cemoohan ataupun sekedar pujian semu, namun penghargaan, dan penghormatan akan dedikasi dan kebaikan kita pada lingkungan tempat kita mencari rizki.

MERAIH SUKSES KARIR

Disadari memang tidak mudah menemukan kriteria karir sesuai yang kita impikan. Kita lebih sering menemukan, bahwa karir kita saat ini sangat jauh dengan apa yang kita inginkan. Kalaupun mendekati dengan keinginan, namun tetap saja timbul kekecewaan. Nah sahabat, sebenarnya jika kita mengamati kenapa kita tidak merasakan nyaman bekerja di tempat kerja kita saat ini, itu disebabkan kita sebagai pribadi keliru dalam melihat sesuatu. Perspektif meraih sukses karir tidak akan pernah menjadi kenyataan jika kita tidak memiliki antusiasme, kesenangan, dan keseriusan dalam mengerjakan setiap pekerjaan yang dibebankan. Namun kita cenderung lebih berorientasi keluar, dengan menumpahkan kesalahan pada lingkungan. Alasannya boss pemarah, suka menuntut, peralatan kurang lengkap, gaji kurang tinggi, tempat kerja jauh, tidak ada fasilitas handphone dan lain sebagainya. Dan celakanya kita membuat segala alasan tersebut, sebagai pembenaran atas kinerja kita yang buruk. Bagaimana sahabat bisa sukses dalam karir, jika setiap saat tidak pernah merasakan kesenangan dan semangat yang prima untuk berprestasi.

Untuk itu diperlukan daya saing yang tinggi untuk dapat mewujudkan kualitas individu yang mampu meraih sukses karir. Hal itu dapat dilalui dengan jalan sebagai berikut:

  1. Empowering Your Self. Sudah saatnya untuk memberikan pengakuan yang sedasyat mungkin bahwa sahabat memiliki potensi dan kualitas diri. Pertama, ambillah selembar kertas dan mulailah untuk menulis hal baik tentang diri sahabat. Jika tidak menemukan sesuatu, cobalah untuk merenung, apa sisi positif yang sahabat miliki dan bermanfaat bagi orang lain. Kedua, pilihlah dua atau tiga dari sekian potensi yang telah anda tuliskan, dan yakinkan diri sahabat, bahwa memang memilikinya. Ketiga, buat beberapa keinginan karir yang ingin sahabat raih dimasa yang akan datang, misalnya jadi manager bank, resepsionis hotel, wirausaha, analis computer dll. Keempat, sekarang coba sahabat bandingkan, kira-kira denga potensi saya, karir yang mana yang bisa sesuai dengan keinginan saya. Setelah itu, pilihlah dua atau tiga karir yang sesuai dengan potensi sahabat, dan mulai dari sekarang berfikirlah bagaimana saya bisa mencapainya dengan memaksilkan potensi anda. Mulai sekarang!!.
  2. Communicating Your Self: Saya lebih suka memakai kata mengkomunikasikan dari pada menjual (selling your self). Komunikasi mendasarkan pada integritas informasi yang disampaikan. Dalam komunikasi juga terdapat proses interaksi timbal balik, yang ditandai dengan adanya feedback. Sehingga interaksi yang dibangun mampu menumbuhkan kesadaran akan hubungan yang baik. Saat ini jarang sekali orang berkata, saya bisa, saya mampu, saya saja, namun lebih sering mengatakan dia saja, yang lain lebih bisa, yang lain dulu. Sehingga bentuk komunikasi yang dibangun lebih bersifat sementara, dan negatif. Namun bagaimana agar orang lain mengetahui dan memahami bahwa sahabat memiliki potensi berupa pengetahuan ataupun ketrampilan yang bisa diandalkan, jika kita tidak sama sekali mengkomunikasikannya pada orang lain. Dengan demikian, maka orang hanya mengetahui dari sisi luar anda.

Pertama, kunjungilah setiap undangan dari teman, sahabat, tetangga, mulailah berkomunikasi dengan sebanyak-banyaknya orang. Kedua, kelola setiap bentuk komunikasi dengan baik, sehingga yang dibahas didalamnya hanyalah hal positif tentang pencapaian dan potensi anda. Namun hati-hati, jika kelewat batas maka, kita cenderung dianggap sombong. Ketiga, nikmati setiap komunikasi yang dibuat dan jangan tergesa-gesa untuk menutup pembicaraan. Buat penutupan yang elegan dengan memberikan kartu nama ataupun identitas lainnya yang sanggup mewakili siapa anda sebenarnya dan bagaimana orang dapat menghubungi anda jika dia membutuhkan.

  1. Improving Your Self : Ingat bahwa lingkungan bergerak sangat dinamis. Sehingga kita harus pandai dalam melihat perubahan. Oleh karena itu, akan lebih baik jika sahabat selalu meng-update informasi seputar karir yang diinginkan. Apakah ada tambahan kualifikasi yang dibutuhkan, jika ya segeralah untuk melengkapinya agar sahabat dapat bersaing untuk meraihnya. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan tidak hanya didapatkan secara formal, namun sahabat dapat memperolehnya di lingkungan luar terutama yang menyediakan informasi tentang karir tersebut. Tidak hanya itu, sahabat juga diharapkan untuk memiliki nilai lebih yang bisa menjadikan posisi tawar yang kuat dibandingan pelamar yang lain, contohnya misalkan yang disyaratkat pandai berbahasa inggris, nah sahabat selain juga wajib pandai bahasa inggris, namun juga lihai bahasa prancis atau mandarin. Hal ini yang bisa membedakan anda dengan pelamar yang lainnya. Be different itu pointnya.
  2. Strunggle Motivation: Memberikan keyakinan, bahwa untuk merai sesuatu memang butuh pengorbanan. Termasuk siap untuk gagal, dan mensikapi kegagalan dengan positif. Sikap mental seperti ini yang seharusnya dijaga dengan baik, agar sesuatu yang sebelumnya telah dibangun dengan proses yang panjang tidak menjadi sia-sia, hanya karena kita mengalami kegagalan. Hal untuk menjadikan kita sebagai pejuang sejati antara lain: (a) pengelolaan bawah sadar, yaitu ternyata setiap perilaku kita digerakkan oleh bawah sadar. Oleh sebab itu selalu berfikir positif mulai saat ini, agar respon yang dihasilkan oleh bawah sadar kita juga positif. (b). Bahasa Sugestif yaitu bahasa yang sifatnya memberikan motivasi kepada diri kita untuk tetap melakukan yang terbaik. Saya bisa, saya sanggup, saya akan sukses, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, adalah contoh bahasa-bahasa yang mampu melejitkan mentalitas kita agar lebih tertata.

Nah sahabat jika kita memang benar-benar ingin mencapai sukses karir, maka mulailah untuk berfikir tentang potensi diri kita, makna karir, dan bagaimana memilah dan memilih karir masa depan. Sebagai perenungan, kita berbeda dengan orang lain, sehingga dalam karirpun kita sangat mungkin meraihnya pada porsi yang berbeda. Sehingga milikilah ketetapan dalam mengambil keputusan dan jangan mudah terpengaruh oleh lingkungan. Sukses untuk Anda

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on January 23, 2009, in Artikel Motivasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: