Pribadi Yang Menyenangkan

Suatu hari Pohan melangkah dengan santai, cuek, dengan mimik wajah yang kurang bersahabat, sendirian di koridor sebuah kampus. Tak seorangpun tahu kenapa dia bersikap seperti itu. Teman-teman yang saat itu melihatnya menjadi enggan untuk menyapanya atau bahkan menanyakan apa yang terjadi. Mereka hanya bisa berkata dalam hati, “ada apa dengan Pohan” dan kemudian memberikan persepsi subyektifnya, “ah, sungguh manusia yang menyebalkan”. Pohanpun juga merasakan bahwa saat ini dia sedang menjadi perhatian teman-temannya. Namun dengan cuek dia terus melangkah. Pohan berpikir bahwa apa yang dia lakukan adalah urusan dia, dan orang lain bukan sesuatu yang harus dipikirkan. Karena pohan yakin, bahwa teman-temannya mungkin saja juga tidak terlalu peduli terhadapnya.

Sahabat, pernahkan anda menemukan disekitar kita ada beberapa teman kita mampu diterima diberbagai lingkungan pergaulan dan ada pula sebaliknya? Dia selalu menjadi orang yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Dengannya situasi komunikasi bisa menjadi efektif dan menyenangkan, kondisi menjadi nyaman, suasana menjadi cair dengan interaksi yang semakin mudah.

Namun ada juga teman anda, yang selalu menjadi pokok perbincangan negatif lingkungan. Aura konflik selalu muncul jika dia ada disekitar kita. Gaya bicaranya provokatif dan cenderung menebar api dalam sekam. Nada komunikasinya tidak simpatik. Orang ini mungkin anda sebut sebagai pribadi yang kurang menyenangkan. Efeknya adalah terjadi penolakan lingkungan terhadapnya. Sehingga bisa jadi pribadi ini lebih suka sendiri. Bukan karena memang suka, tetapi lebih oleh marjinalisasi yang dilakukan oleh lingkungan.

Menjadi pribadi yang menyenangkan lebih banyak akan memberikan nilai tambah pada sisi personalitas anda, apa itu?

  1. Informasi & wawasan : Dengan banyak bergaul dan diterima di berbagai lingkungan yang berbeda, memberikan anda lebih banyak informasi dan wawasan. Hal tersebut akan membuat anda menjadi pribadi komunikatif dalam pergaulan.
  2. Relationship: Jaringan anda akan semakin meningkat. Ini akan berdampak anda akan lebih mudah mencapai tujuan, karena lingkungan siap memberikan dukungan yang lebih kepada anda.
  3. Adaptasi : Pergaulan anda yang luas akan menjadikan anda mampu mengenali beragam karakter dan sifat manusia. Dengannya anda mampu belajar menempatkan diri dalam berbagai situasi dan kondisi. Manusia yang mudah menempatkan diri akan mudah pula belajar tentang sesuatu yang baru, serta melakukan perubahan tehadapnya dengan segera. Maka dia aka menjadi pribadi yang diuntungkan oleh adanya perubahan dan bukan menjadi korban perubahan.

Dalam setiap kesempatan, banyak yang pesimis untuk menjadi pribadi yang menyenangkan. Mereka berasumsi bahwa pribadi yang menyenangkan itu hanyalah nilai yang dilekatkan oleh lingkungan. Kita tinggal menjalani saja. Ketika dibilang menyenangkan maka harus disyukuri, dan bila sebaliknya, maka anda bilang ”siapa peduli”.

”Pribadi yang menyenangkan akan selalu nampak menyenangkan. Walaupun dia masuk dalam lingkungan yang tidak menyenangkan”. Nah, inilah maksud dari semua itu. Bahwa meskipun penilaian itu milik lingkungan, namun konsistensi Anda untuk mampu menciptakan situasi komunikasi yang menyenangkan, meskipun dalam kondisi lingkungan yang kurang menyenangkan. Pribadi inilah yang senantiasa mampu mempengaruhi lingkungan, dan bukan terpengaruh olehnya. Selalu menjadi subyek dalam setiap interaksi dan bukan hanya sebagai obyek. Kondisi ini membawa implikasi nyata, bahwa keberadaan dia dilingkungan sangat dibutuhkan, karena mampu memberikan kemanfaatan nyata bagi lingkungan.

”Pribadi yang menyenangkan, selalu memilih untuk membawa solusi, daripada menyediakan ruang untuk permasalahan”. Setiap ada kesempatan nilai positif selalu menjadi prioritas untuk dialirkan kepada orang-oprang disekitarnya. Senantiasa menyediakan ruang konsultatif dan memberikan pemecahan masalah. Pribadi ini juga meluangkan waktunya untuk lebih banyak mendengar, keluhan, ide, dan gagasan. Kemudian, dengan cermat melihat celah potensi terhadap apa yang didengarnya. Dan itu dilakukan bukan hanya untuk kepentingannya, namun dia berikan kemanfaatan itu pada oran lain.

”Pribadi yang menyenangkan, menempatkan kritik sebagai sesuatu yang tidak tabu untuk dibicarakan”. Dia adalah pribadi yang mampu membuat kritik sebagai obat yang manis untuk diminum. Pengelolaan komunikasinya yang tidak mendiskreditkan, melihat kelemahan sebagai hal yang wajar untuk diperbaiki, dan bukan untuk menjadi bahan olok-olokan. Potensi inilah yang membuat dia selalu dipercaya oleh orang lain sebagai sumber motivasi. Kesadaran akan pentingnya orang lain membuat seharusnya kita berkembang bersama menjadi insan yang lebih baik.

Sahabatku, akan menjadi lebih bermakna jika anda mampu membuat lingkungan menjadi tempat yang nyaman untuk saling beriteraksi dan mengembangkan diri. Selalu bisa menumbuhkan motivasi untuk menjadi lebih baik. Siapkan anda untuk menjadi pribadi yang menyenangkan. Cermati dampaknya. Mungkin saja anda bisa berubah dunia. Siapa tahu??

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 4, 2009, in Artikel Motivasi. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Sama-sama nggak bisa bayar uang kuliah tepat waktu, si A terus meratapi nasib,malas belajar, setiap malam keluyuran, si B malah seakan-akan ada alarm dalam kepalanya yg mengingatkan untuk mulai berpikir untuk berwirausaha. Sama-sama miskin, si A menjadi minder,menutup diri,nggak mau keluar dari ‘tempurung’nya, si B aktif mengikuti latihan enterpreneurship yg diadakan kampusnya bekerjasama dengan salah satu BUMN terkenal. Sama-sama disakiti, si A tak mau berteman lagi,membuat gap, antipati, si B malah jadi banyak teman, jadi bisa melihat sisi positif & negatif antar gap-gap yang ada.

    Si A bahkan nggak tahu kalo sebenarnya si B lagi ada masalah besar dalam keluarganya. Orang tuanya dalam proses perceraian, dan hal itu butuh pengorbanan biaya, waktu, tenaga, pikiran, perasaan, emosi yang nggak sedikit buat setiap orang dalam keluarga si B.Pacar si B juga lagi terbaring lemas di bed Rumah Sakit karena penyakit yang menyerang levernya. Tapi si B punya prinsip ‘ilalang di pinggir jalan, rumput di lapangan saja yang nggak ada seorang pun yg memperhatikan, karena kasih Yg Diatas, bisa berbunga dengan indahnya dan hampir nggak pernah butuh bantuan manusia untuk hidup’, apalagi kita manusia yang jauh jauh jauh lebih sempurna dari mereka.

    Setiap hari kita berhadapan dengan aneka masalah baik masalah ekonomi (selalu telat bayar uang kuliah, keluarga (pertengkaran atau perselisihan), studi (gagal ujian, dimarahi guru, dll), ataupun masalah pekerjaan (tugas belum tuntas, gagal bekerja, dll).Banyak juga yang menghadapi masalah berat yang menimbulkan perubahan dalam hidup, sebut saja penyakit yang parah (stroke, kanker, dll), bangkrut, atau kematian orang yang dicintai.

    Masalah dapat sama tetapi sikap dan tanggapan orang terhadap masalah dapat berbeda…akibatnya pengaruhnya pada diri orang juga berbeda. Ada yang membawa manfaat positif untuk pengembangan pribadi maupun orang lain & ada yang merugikan diri dan orang lain.

    Lho…..???? kok malah bahas tentang orang bermasalah????

    Sahabat (meminjam properti Author), PRIBADI YANG SEHAT ADALAH PRIBADI YANG MENYENANGKAN!

    Pribadi sehat bukanlah pribadi yang bebas dari masalah, pribadi sehat tidak juga berarti senang terus-menerus. Pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu menghadapi setiap persoalan hidup dengan “tersenyum” karena ia memiliki sikap positif terhadap setiap persoalan untuk pengembangan pribadi, membuatnya lebih mau terbuka pada setiap pengalaman manis ataupun getir, menerima dan mensyukurinya.

    Sikap tidak mudah menyalahkan orang lain, kemauan untuk berkomitmen, penerimaan dan rasa syukur membuat pribadi sehat lebih mampu menghargai orang lain dan menjadikannya pribadi yang menyenangkan.

    Ketika seseorang menjadi pribadi yang menyenangkan, ia tidak hanya membahagiakan orang lain, tetapi ia juga membahagiakan dirinya sendiri. Hubungan yang baik dan menyenangkan tentu juga akan mengarah pada kesuksesan dalam hidup (dalam studi, pekerjaan, keluarga, ataupun dalam masyarakat).

    Sahabat,mari kita belajar menjadi pribadi yang sehat. Ketika masalah datang, kita boleh bersedih dan merasa kecewa, tetapi kita juga harus memutuskan apakah akan menyerah dan hidup dalam penderitaan selamanya? Atau belajar menerima, memutuskan untuk bangkit dan mengubah hidup menjadi lebih baik? Kita sendiri yang memutuskan… !

    SELALU INGATLAH….SEPERTI KUE DONAT, MASALAH KITA TIDAK LEBIH BESAR DARI LUBANG DI TENGAH-TENGAHNYA. (brian/09)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: