Profesional Vs Amatir

Dalam ranah pekerjaan, maka sebenarnya kita akan menemukan bahwa setiap pekerjaan dilakukan dengan berbagai cara dan usaha. Tujuan dari apa yang diusahakan itu adalah mencari keuntungan dari setiap pekerjaan. Dalam proses mencari keuntungan itu, timbul sebuah perlombaan atau kompetisi karena keuntungan yang akan diraih terbatas. Nah, ditengah kompetisi tersebut ada beberapa kalangan yang menempuhnya dengan penuh tanggungjawab, pada langkah yang benar, sesuai dengan aturan, dan etika yang ada. Mereka adalah golongan yang disebut professional. Namun, ada pula kalangan yang melakukannya dibawah standar, seringkali tidak dipenuhi rasa tanggungjawab, dan tidak peduli hasil yang akan diperoleh legal atau illegal. Mereka seringkali disebut sebagai amatir.

Dalam hal ini anda pun dapat membedakan dengan baik, bahwa pelayanan dan hasil yang dicapai professional pasti memiliki nilai yang lebih baik. Kelebihan ini ditunjukkan dengan kualitas hasil yang dicapai, kejelian dal;am melihat masalah. Berikut ini adalah cirri-ciri kerja seorang professional:

  1. Profesional belajar tiap aspek dalam pekerjaannya. Sehingga dia benar-benar menjadi pribadi yang mengetahui apa yang dia kerjakan dengan detail dan sempurna.
  2. Profesional menemukan apa yang dinginkan dan dibutuhkan agar pekerjaannya dapat bermanfaat bagi konsumen.
  3. Profesional berpenampilan, berbicara, dan berperilaku layaknya seorang profesional. Mereka menjunjung tinggi nilai-nilai strandarisasi dalam sebuah pekerjaan.
  4. Profesional fokus dan mengatasi masalah dengan tuntas.
  5. Profesional tidak membiarkan adanya kesalahan. Dalam hal inimereka dituntut untuk selalu berhati-hati dala melihat masalah,dan memberikan solusi. Dan kehati-hatian inilah salah satu sebab mengana kesalahan sangat minim jika pekerjaan itu dilakukan oleh orang-orang profesional.
  6. Profesional akan mendapatkan bayaran yang berkualitas. Dengan kualitas yang diberikan, dan jaminan yang teliti maka profesional akan mendapatkan bayaran atas jasanya dengan tinggi.
  7. Profesional mampu memberikan jaminan janji masa depan atas jasa yang diberikannya.

Berbeda dengan profesional, seorang amatir selalu mencari celah agar apa yang dikerjakannya mampu menghasilkan keuntungan, terutama untuk dirinya sendiri. Sehingga kurang mempertimbangkan siosi negatif yang timbul dari apa yang telah dilakukan.

  1. Amatir menghidari proses belajar, dengan berbagai alasan dan cara. Sehingga pendalaman pemahaman tentang pekerjaan yang dilakukan sangat terbatas.
  2. Amatir selalu mengasumsikan kebutuhan dan keinginan orang lain. Sebenarnya ini lebih pada masalah bagaimana mereka kurang begitu peduli tentang hal itu. Apa yang bisa dilakukannya itulah yang dikerjakan. Entah apakah orang lain butuh dan ingin atau tidak sama sekali.
  3. Amatir memiliki penampilan yang kurang meyakinkan, begitu pula gaya bicara dan perilakunya.
  4. Amatir tidak terlalu peduli apakah pekerjaan yang dilakukannya itu menyalahi etika hukum atau sosial. Mereka hanya mengetahui bahwa pekerjaan itu dapat menghasilkan pemasukan kepadanya.
  5. Amatir terkadang kurang fokus dalam mengelola pekerjaannya. Mereka mampu melakukan beberapa jenis pekerjaan dalam satu waktu tertentu. Nah, jika hal itu dilakukan. Anda bisa membayangkan bagaimana kualitas dari pekerjaannya.
  6. Amatir cenderung mengindahkan kesalahan atau cenderung menutupinya jika terjadi kesalahan.
  7. Amatir karena pekerjaan yang dilakukannya kurang berkualitas, maka mereka dibayar dengan harga rendah.
  8. Amatir tidak mampu menjanjikan masa depan atas layanan yang dia berikan. Karena bisa jadi, apa yang telah diberikan pada konsumen memiliki implikasi jangka pendek.

Ada tiga komponen penting dalam pekerjaan seorang profesional:

  1. Ilmu Pengetahuan : profesional selalu mengedepankan penguasaan ilmu pengetahuan dalam setiap lingkup pekerjaannya. Bukan insting atau sekedar akal sehat. Mereka mendapatkan itu dari kajian ilmiah yang telah memiliki bukti empiris dilapangan. Sehingga apa yang mereka kerjakan memiliki pedoman yang baku tentang standar yang harus dipenuhi di setiap pekerjaanya.
  2. Tanggungjawab: Profesional selalu memiliki beban tanggungjawab baik itu pada kualitas pekerjaannya maupun pada masyarakat yang menggunakan jasa pekerjaannya.

Kontrol : Profesional senantiasa memiliki kontrol dalam melakukan setiap aktivitas dalam profesinya. Sehingga setiuap aspek pekerjaannya, baik teknis ataupun sosial selalu dilakukan pada daerah yang bersih dean legal berdasarkan kode etik profesinya ataupun hukum positif yang berlaku.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 4, 2009, in Etika Profesi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: