Esensi Menjual Potensi

Pernahkah sahabat sadari bahwa ternyata hidup ini adalah sebuah kompetisi. Perlombaan dalam pemenuhan atas diri dalam segala lingkup, karir, individu, kelurga, ibadah, jabatan, nama baik, dan masih banyak lagi yang memerlukan kualitas diri yang baik untuk mampu menjadi yang terbaik, dimata Allah dan Manusia. Aura kompetisi ini pula yang membuat setiap insane mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik. Semangat yang jika dikelola dengan baik akan mendatangkan hasil yang berkualitas. Kompetisi ini yang memberikan semangat dan motivasi agar dapat berbuat dan meraih sesuatu untuk kebagian diri dan lingkungannya. Dengan kompetisi pula, insan mampu belajar tentang kalah dan menang, sukses dan kegagalan, yang memberikan pemahaman bahwa kehidupan memang dipenuhi warna. Sikap kesabaran dan mau menerima, dan kerelaan untuk mau belajar juga muncul dari kompetisi, sehingga jika kita berpersepsi kompetisi adalah awal dari permusuhan atau peperangan, hal demikian merupakan hal yang salah besar. Sebaliknnya kompetisi mampu memberikan semangat kebersamaan dan sikap saling mengenal dan silaturahmi.

Bebicara tentang kompetisi, kita akan mencoba mengulas tentang bagaimana lingkup kompetisi di dunia karir. Karena ketika kita bicara mengenai pengembangan karir maka, ada aroma kompetisi didalamnya, dan ada yang menang yang kemudian mendapatkan posisi baik di kantor, atau seorang marketing yang sukses dalam penjualan, atau seorang CEO yang mampu mendatangkan keuntungan berlipat pada perusahaan, dan dilain pihak ada juga yang kurang sukses (gagal), dan yang mereka alami adalah sebaliknya.

Tidak dapat dipungkiri, persaingan di dunia kerja/ karir sangatlah tinggi. Hukum alam yang mengatakan hanya yang kuat yang akan bertahan, pada kenyataannya memang benar-benar terjadi dalam dunia kerja. Dan kalau kita bicara “kuat”, satu hal penting yang bisa mendongkrak kekuatan kita dalam dunia kerja, adalah pemanfaatan maksimal seluruh potensi yang ada dalam diri kita.

Berbagai survey dan riset menunjukkan, salah satu factor penentu kegagalan seseorang dalam berkarir adalah ketidakmampuan mengenali, menemukan dan memanfaatkan potensi diri. Hingga tidak berlebihan jika kalangan pebisnis dan para ahli karir mengatakan, potensi diri merupakan asset/modal besar dalam berkarir.

Bahkan dikatakan, “juallah kemampuan atau potensi diri sebagai bekal masa depan”. Karena ketahuilah, semakin dewasa usia kita, semakin besar pula tuntutan untuk hidup mandiri. Karena kita tidak bisa selamanya bergantung pada orang lain.

Psikolog humanistik seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada prespektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka. Kaitan ini berhubungan dengan bagaimana setiap insan memaknai apa yang ada dalam dirinya yang bisa dipandang sebagai sesuatu yang bisa ”dijual”. Lebih lanjut Maslow menyatakan bahwa untuk mampu padatingkatan tersebut maka manusia perlu untuk aktualisasi diri agar mampu bersaing dengan primadi lainnya.

Maslow menggambarkan beberapa karakteristik yang ada pada manusia yang mengaktualisasikan dirinya:

1. Kesadaran dan penerimaan terhadap diri sendiri

2. Keterbukaan dan spontanitas

3. Kemampuan untuk menikmati pekerjaan dan memandang bahwa pekerjaan merupakan sesuatu misi yang harus dipenuhi

4. Kemampuan untuk mengembangkan persahabatan yang erat tanpa bergantung terlalu banyak pada orang lain

5. Mempunyai selera humor yang bagus

6. Kecenderungan untuk meraik pengalaman puncak yang memuaskan secara spiritual maupun emosional

Carl Rogers, seorang psikolog humanistik lainnya, mengutarakan sebuah teori yang disebut dengan teori pribadi terpusat. Seperti halnya Freud, Rogers menjelaskan berdasarkan studi kasus klinis untuk mengutarakan teorinya. Dia juga mengembangkan gagasan dari Maslow serta ahli teori lainnya. Dalam pandangan Rogers, konsep diri merupakan hal terpenting dalam kepribadian, dan konsep diri ini juga mencakup kesemua aspek pemikiran, perasaan, serta keyakinan yang disadari oleh manusia dalam konsep dirinya. Dengan konsep diri ini pula seseorang akanmampu medeteksi kemampuan yang dimiliki berupa potensi yang mampu ”dijual”.

Menjual diri bukan berarti dalam konteks negatif melacurkan profesi, tapi dalam arti menjual ke public bahwa kita ahlinya. Adapun cara yang harus ditempuh untuk dapat mewujudkannya yaitu mampu mengelola potensi diri dan mengarahkannya secara lebih positif seperti, dengan memiliki banyak pengetahuan, kemampuan tentang desain, kemampuan managemen, kemampuan mengelola keuangan yang diramu menjadi satu di otak kita. Kemudian keluar dalam bentuk disiplin, tidak pernah mengecewakan orang lain, berperilaku jujur dan terus menerus berjualan ke public dan menambah net working . Berikut ini cuplikan beberapa potensi yang sanggup kita maksimalkan sebagai pribadi berkualitas:

1. Potensi bakat. Semua orang dikarunia bakat. Masalahnya jenis , kuantitas, dan kualitas bakat yang dimiliki setiap orang berbeda satu sama lain. Yang perlu dilakukan adalah mengembangkannya semampu mungkin. Karena Bakat yang diperlihara dan dikembangkan dengan baik dapat mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Contohnya, orang yang berbakat di bidang seni suara, jika jalurnya tepat, ia bisa menjadi penyanyi handal dan hebat. Kita yang memiliki bakat melukis atau mendesign, bisa menjadi seorang designer atau pelukis professional. Kita yang memiliki bakat mengarang bisa menjadi pengarang yang hebat dengan menerbitkan cerita-cerita fiksi dalam bentuk novel, cerpen, dsb. Semua ini akan mendatangkan keuntungan materi bagi anda. Jika kita mau mengasah dan menyalurkan bakat dengan benar, maka bakat di dalam diri kita bisa menjadi sandaran masa depan yang cukup mapan.

2. Potensi tenaga . Dalam bidang pekerjaan apapun, selalu membutuhkan tenaga dan kekuatan fisik. Bahkan pada pekerjaan yang mengandalkan kekuatan pikiran seperti ilmuwan sekalipun, tetap memerlukan tenaga yang kuat. Tanpa fisik yang baik mustahil anda dapat bekerja dengan lancar. Tapi tentu saja ada beberapa pekerjaan atau profesi yang lebih banyak mengandalkan tenaga, atlit misalnya, entah itu atlit angkat besi, bulu tangkis, renang dan lain-lain

3. Potensi wawasan. dimiliki oleh kita yang berwawasan dan berpengetahuan luas. Potensi ini dapat diasah dengan banyak membaca dan mengikuti perkembangan berita terkini baik dari dalam maupun luar negeri. Lalu bagaimana caranya menjual wawasan? Umumnya anda yang berwawasan luas, otak anda penuh ide-ide dan gagasan gemilang. Kita dapat mewujudkan ide-ide anda tersebut menjadi suatu pekerjaan yang menghasilkan. Contohnya Kita dapat menjadi pembicara pada seminar-seminar, Kita juga dapat menjadi penulis dan kolumnis dengan menuangkan segala ide dan wawasan anda.

4. Potensi akademik Potensi akademik merupakan modal utama kita yang dapat kita jual sebagai sandaran masa depan anda. Misalnya, jika basic kita di bidang manajemen, kita dapat dapat menjual potensi akademik kita lewat kantor atau perusahaan yang membutuhkan kehalian manajamen . Jika anda seorang Insinyur Pertambangan, anda dapat menjual potensi anda di perusahaan pertambangan, kilang minyak, dan sejenisnya.

Nah, sahabat bagaimanapun bentuk manusia, pasti memiliki potensi yang bisa dioptimalkan. Optimalisasi ini bisa berkembang selaras dengan aktivitas kerja, sosialisasi dengan masyarakat, relationship, mencermati media, dan jika kita terus mengasahnya maka paling tidak kita telah siap menyosong bentuk persaingan yang begitu kompetitif, bahkan hyper kompetitif, karena potensi kita telah siap ditawarkan bahkan siap dijual. Bagaimana denganmu sahabat?

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 5, 2009, in Artikel Motivasi, Artikel Pelatihan, Interpersonal skill, Kepribadian Manajerial. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: