Memaknai Etika

Kata “etika” yang secara etimologis berasal dari kata Yunani “ethos”, harafiah berarti “adat kebiasaan,” “watak” atau “kelakuan manusia”. Sebagai suatu istilah yang cukup banyak dipakai dalam hidup sehari-hari, kata tersebut memiliki arti yang lebih luas dari sekedar arti etimologis-harafiah. Dalam pemakaian sehari-hari, sekurang-kurangnya dapat dibedakan tiga arti kata “etika.”

  1. Arti pertama adalah sebagai “sistem nilai.” Kata “etika” di sini berarti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan hidup atau sebagai pedoman penilaian baik-buruknya perilaku manusia, baik secara individual maupun sosial dalam suatu masyarakat.
  2. Arti yang kedua adalah “kode etik”; maksudnya adalah sebagai kumpulan norma dan nilai moral yang wajib diperhatikan oleh pemegang profesi tertentu. Sebagai contoh misalnya pemakaian dalam istilah “Etika Rumah Sakit,” “Etika Jurnalistik.”
  3. Arti ketiga, adalah ilmu yang melakukan refleksi kritis dan sistematis tentang moralitas. Etika dalam arti ini sama dengan filsafat moral. Secara etimologis, kata “etika” sebenarnya sama dengan kata “moral.” Kata “moral” berasal dari akar kata Latin “mos” – “moris” yang sama dengan kata “etika” dalam bahasa Yunani, berarti “adat kebiasaan.” Sebagai istilah, keduanya kadang dibedakan. Istilah “etika” dipakai untuk menyebut ilmu dan prinsip-prinsip dasar penilaian baik-buruknya perilaku manusia. Sedangkan istilah “moral” untuk menyebut aturan dan norma yang lebih konkret bagi penilaian baik-buruknya perilaku manusia.

Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standard yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada; dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri

Perkembangan Teori Etika

Etika bermula di zaman purba Greek apabila ahli-ahli falsafah hanya memberikan tumpuan kepada kebaikan moral.

Socrates (469-399 B.C.) menggunakan pendekatan yang mengarahkan rekan-rekannya untuk berfikir tentang kebaikan dan kesahatan rohani. Idea utama Socrates tentang etika adalah berhubungan dengan menyakinkan orang agar berakhlak mulia.Socrates mengatakan bahawa kebahagian adalah mustahil diperoleh tanpa memiliki kebaikan moral dan tindakan yang tidak beretika akan mengganggu orang lain bahkan beliau menganggap orang yang tidak beretika sebagai orang yang lemah dan mempunyai psikologi yang tidak sehat.


Plato (428-348B.C.) mengkaji hubungan etika dan kepribadian manusia Kebaikan moral adalah suatu harmoni yang wujud dalam rohani. Kebaikan moral sebagai suatu keperluan terhadap kesehatan roh tetapi kebaikan yang sejati adalah sukar dicapai Mengikut Plato kebaikan moral adalah berada di bahagian dalaman intelektual.

Aristotle (384-322B.C.) pula, beliau melihat kebaikan moral agak berbeda daripada Plato dan Socrates di mana beliau menyatakan bahwa kebaikan moral mempunyai hubungan yang sedikit dengan intelektual tetapi lebih kepada sifat (character) atau personaliti. Plato dan Socrates pula mengatakan beretika itu mempunyai hubungan yang rapat antara kebaikan moral dan personaliti yang sihat. Bagaimanapun ketiga-tiga ahli falsafah ini berpendapat bahawa kebajikan seseorang itu bergantung sepenuhnya dan berada dalam tangan seseorang itu.

Sekiranya etika dahulu menekankan kebaikan moral dan rasionalnya, etika moden banyak menfokuskan kepada menentukan sifat-sifat beretika menerusi tindakan. Etika moden telah membentuk dua persaingan yaitu :

1. Tindakan yang mempunyai sifat etika dalaman dan memerlukan status moral daripada akibat (consequences) yang dibuat

2. Tindakan itu sama ada betul atau salah. Dahulunya ia dikenali sebagai Teologikal dan sekarang dikenali dengan Deontologikal iaitu pendekatan kepada etika.

Penilaian dalam etika

Penilaian terhadap perbuatan yang baik adalah melalui peningkatan terhadap kesedaran dan pembangunan rohani individu hasil daripada Perbuatannya Etika mengambilkira penilaian ke atas suatu tindakan itu berbanding hanya dengan :

1. Melabelkan perbuatan yang baik jika memenuhi kehendak dan keperluan masyarakat.

2. Melabelkan perbuatan yang baik jika meningkatkan kehidupan dan melabelkan sebaliknya jika perbuatan itu memusnahkan kehidupan.

Beberapa prinsip etika dapat dijabarkan seperti berikut:

1. Etika kemanfaatan umum (utilitarianism ethics), yaitu setiap langkah/tindakan yang menghasilkan kemanfaatan terbesar bagi kepentingan umum haruslah dipilih dan dijadikan motivasi utama;

2. Etika kewajiban (duty ethics), yaitu setiap sistem harus mengakomodasikan hal-hal yang wajib untuk diindahkan tanpa harus mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin bisa timbul, berupa nilai moral umum yang harus ditaati seperti jangan berbohong, jangan mencuri, harus jujur, dan sebagainya. Semua nilai moral ini jelas akan selalu benar dan wajib untuk dilaksanakan, sekalipun akhirnya tidak akan menghasilkan keuntungan bagi diri sendiri;

3. Etika kebenaran (right ethics), yaitu suatu pandangan yang tetap menganggap salah terhadap segala macam tindakan yang melanggar nilai-nilai dasar moralitas. Sebagai contoh tindakan plagiat ataupun pembajakan hak cipta/karya orang lain, apapun alasannya akan tetap dianggap salah karena melanggar nilai dan etika akademis;

4. Etika keunggulan/kebaikan (virtue ethics), yaitu suatu cara pandang untuk membedakan tindakan yang baik dan salah dengan melihat dari karakteristik (perilaku) dasar orang yang melakukannya. Suatu tindakan yang baik/benar umumnya akan keluar dari orang yang memiliki karakter yang baik pula. Penekanan disini diletakkan pada moral perilaku individu, bukannya pada kebenaran tindakan yang dilakukannya; dan

5. Etika sadar lingkungan (environmental ethics), yaitu suatu etika yang berkembang di pertengahan abad 20 ini yang mengajak masyarakat untuk berpikir dan bertindak dengan konsep masyarakat modern yang sensitif dengan kondisi lingkungannya. Pengertian etika lingkungan disini tidak lagi dibatasi ruang lingkup penerapannya merujuk pada nilai-nilai moral untuk kemanusiaan saja, tetapi diperluas dengan melibatkan “natural resources” lain yang juga perlu dilindungi, dijaga dan dirawat seperti flora, fauna maupun obyek tidak bernyawa (in-animate) sekalipun.

Tujuan Pembentukan Etika

1. Etika Sebagai Aturan : Etika adalah sekumpulan nilai, asas norma dan aturan-aturan yang berfungsi untuk memberikan keseimbangan dalam hubungan antar manusia dalam suatu masyarakat. Dengan demikian pada posisi ini maka etika dipandang sebagai pedoman manusia untuk bertingkah laku yang baik menurut apa yang telah disepakati sebagai sebuah tata aturan dalam masyarakat.

2. Etika Sebagai Pandangan Hidup: Etika memiliki peran sentral sebagai pegangan dalam bertingkah laku dan bertindak dalam interaksi masyarakat. Kedudukannnya sebagai aturan akan memiliki konsekuensi kepatuhan untuk dijadikan pandangan hidup dan pedoman kebaikan serta moralitas masyarakat.

3. Etika Sebagai Alat Kontrol Kepentingan: Dalam hal ini etika dijadikan rujukan ataupun referensi dalam memberikan penilaian apakah tindakan seseorang atau sekelompok orang tersebut baik atau buruk. Hal demikian akan memberikan perlindungan kepada masyarakat, atas kepentingan individu ataupu kelompok tertentu

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 5, 2009, in Etika Profesi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: