Meraih Kesempurnaan Karir

Suatu kali saya bertemu teman lama. Kami sudah tidak bertemu kembali sekitar empat tahun-an. Senang sekali rasanya bisa kembali saling menyapa, menanyakan kabar, dan bertukar pikiran , pengalaman, dan sesekali memanggil memori masa indah ketika kuliah dahulu. Mungkin sahabat juga pernah mengalami, seperti apa yang saya alami. Dan saat itulah momen yang paling penting untuk bisa saling berbagi tentang pengalaman hidup, pencapaiankerja atau yang lainnya. Sekali terlontar pertanyaan mudah, namun kadang susah untuk dijawab, ”Sudah sukses sekarang?”.

Nah, sahabat pada saat kita merenung, pernahkan kita bertanya, apakah aku sudah sukses?. Baiklah, terhadang untuk mengukur keberhasilan atau kesuksesan, kita memakai ukuran yang telah terstruktur oleh lingkungan sosial. Namun ada juga diantara sahabat, yang memiliki definisi atau makna suksesnya sendiri. Sehingga, bisa dipastikan sukses menurut sahabat belum tentu sukses bagi orang lain. Pertentangan inilah yang terkadang membuat kita, seringkali keliru atau bias dalam memaknai kesuksesan. Sehingga, banyak peserta dalam training, ketika saya bertanya, Apakah Anda sudah sukses?, beragam respon yang muncul, namun lebih banyak yang diam dan ketika ditanyakan ulang mereka bilang belum atau bahkan menjawab tidak. Kenapa hal ini bisa terjadi, Mari kita diskusikan bersama.

BIAS TAKARAN SUKSES
Sahabat, dimasyarakat kita sering kali keliru dalam menciptakan stereotipe tentang ”orang sukses”. Orang sukses dihubungkan dengan jabatan yang tinggi, PNS, harta yang berlimbah, yang direpresentasikan dengan adanya rumah besar dan mobil mewah misalnya. Sehingga, jika kita sebagai insan belum mampu melakukan capaian yang sedasyat itu, maka sebagai pribadi seringkali kita masih dianggap belum sukses, baik oleh masyarakat ataupun diri kita sendiri.

Makna sukses menurut bangsa cina ada tiga hal yaitu, Shio atau umur panjang, sesuatu hal yang masih selalu diidamkan untuk dicapakai oleh bangsa cina. Kedua, Hok (harta banyak) bahkan pada saat prosesi penguburan abu jenazah, maka untuk mengukur kesuksesan dilihat berapa banyak harta yang dimasukkan keliang lahat, dan dikubur bersama abu jenazah. Ketiga, Lok (kekuasaan), semakin orang berkuasa maka semakin tinggi derajatnya dimata masyarakat, sehingga bangsa cina juga memakainya sebagai ukuran kesuksesan seseorang.

Makna sukses menurut bangsa Amerika ada 3 P. Pertama, Power (kekuatan), jika kita menelaah hal inilah yang sangat dijunjung tinggi oleh bangsa Amerika, karena jika kita lihat saat ini jika ditanyakan negara paling memiliki kekuatan, disegala bidang (Super Power), maka anak SD-pun menjawab Amerika. Keduam Position (Posisi), hal ini lebih pada jabatan politik atau posisi-posisi penting dalam perusahaan. Jika kita pernah melihat reality Show yang dikelola oleh Donald Trump yang berjudul ”the aprentice”, maka kondisi saling menjatuhkan sudah biasa terjadi dalan dunia bisnis atau politik di Amerika, dan dasar tujuan utama hanya satu yaitu kesuksesan. Ketiga, Property (kemampuan Finansial), sebagai negara liberal maka persepsi dalam kontek menumpuk harta individu merupakan hal yang dilindungi. Oleh karena itu, sukses di Amerika juga dimaknai ketika mereka mampu masuk di majalah Forbes, dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya didunia.

Makna Sukse menurut bangsa Indonesia ada 3 Ta : Harta yang berlimpah ruah, yang ditunjukkan dengan kepemilikan tanah yang luas, rumah besar, mobil mewah dan lain sebagainya. Kedua, tahta, penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia potensi kedasyatan konflik yang ditimbulkan oleh pemilihan seorang kepala desa/kepala dusun (pemilihan langsung), melebihi pemilihan kepala negar di Amerika. Tidak hanya politik uang, suap-menyuap, namun juga pertarungan secara mistis (santet) juga seringkali sebagai hal yang biasa. Ketiga, Wanita, untuk yang terakhir ini saya tidak mau terlalu banyak berkomentar, karena wanita bukan hanya identik dengan istri, namun bisa yang lainnya. Raja Jaman dahulu hanya mempunyai 1 istri, namun memiliki banyak selir.

Keliruan makna sukses yang lain juga bisa kita lihat dari perpektif Peter Lim yaitu:
1. Menganggap sukses identik dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Kenyataannya, tidaklah selalu demikian. Banyak dijumpai orang – orang yang tingkat edukasinya rendah (bukan Sarjana / tidak samapi tamat SMA) tetapi sukses dalam bisnis bahkan jadi konglomerat. Mereka – mereka ini bisa sukses karena piawai dan jeli melihat peluang yang ada. “Your mind is the generator of failure, and also the generator of success” Remez Sasson
2. Meng¬anggap sukses identik dengan tidak melakukan kesalahan. Siapa yang tidak akan pernah melakukan kesalahan ? Justru karena melalui kesalahanlah, Thomas Alfa Edison sukses menemukan listrik. “Strong people make as many mistakes as weak people. Difference is that strong people admit their mistakes, laugh at them, learn from them. That is how they become strong” Richard Needham
3. Meng¬ang¬gap sukses identik dengan kerja yang tanpa adanya batasan waktu. Kerja tanpa adanya batasan waktu, menunjukkan bahwa orang tersebut tidak professional pada pekerjaannya karena tidak memiliki time management. Seorang professional, tahu benar kapan harus mengawali dan mengakhiri pekerjaannya dengan hasil yang terbaik. Professionalism : It’s NOT the job you DO, It’s HOW you DO the job.
4. Menganggap ¬suk¬ses identik dengan birokrasi yang sudah ditentukan. Di era yang serba praktis, semua bentuk birokrasi yang bertele – tele, complicated dan rumit, sudah sewajarnya disederhanakan. Karena selain tidak efisien, juga akan menurunkan produktivitas. “Professionalism knows how to do it, when to do it, and doing it” Frank Tyger
5. Menganggap sukses identik dengan pe¬tun¬juk atasan. Petunjuk dibutuhkan jika acuan kerja belum ada atau masih ragu dan bimbang. Kemandirian dan kreativitas tidak akan timbul atau berkembang jira selalu tergantung pada orang lain. “Professional are people who do jobs well even when they don’t feel like it”
6. Meng¬anggap sukses identik dengan keberuntungan. Tanpa adanya usaha yang ulet, semangat dan serius, tidaklah mungkin keberuntungan akan mendatangi diri seseorang ibarat hujan emas dari langit. “The golden opportunity you are seeking is in yourself. It is not in your environment; it is not in luck or chance, or the help of others; it is in yourself alone” Orison Swett Marden|
7. Menganggap ¬sukses identik dengan banyak uang. Sejujurnya, uang memang dibutuhkan tetapi jika tidak tahu cara memanfaatkannya secara bijaksana maka seseorang tidak saja akan menjadi budak bagi uangnya tetapi juga tidak akan bisa menjadi tuan bagi uangnya. “Money is better than poverty, if only for financial reasons” Woody Allen
8. Menganggap sukses identik dengan pe¬nga¬kuan. Logikanya, sukses yang sesungguhnya adalah didasarkan oleh apa yang tertampak / nyata dan bukanlah dikarenakan oleh pengakuan atau penilaian dari orang lain. “There are things to confess that enrich the world, and things that need not be said” Joni Mitchell
9. Meng¬ang¬gap sukses identik dengan tercapainya tujuan. Tujuan adalah sasaran yang ingin dicapai tetapi itu bukanlah akhir dari perjalanan. Tetapi adalah awal tujuan yang lain. “We are made wise not by the recollection of our past, but by the responsibility for our future” George Bernard Shaw
10. Menganggap sukses identik dengan berakhirnya kesulitan. Hidup adalah perjuangan yang penuh dengan rintangan dan tantangan. Yang namanya kesulitan, pasti akan dialami. Yang menjadi masalah, mau atau tidak dihadapi. Jika lari dari kenyataan / tidak mau menghadapinya maka sampai kapanpun juga, kesulitan tersebut selain tidak akan bisa tersirnakan, kwantitasnya juga akan semakin banyak. “In the middle of every difficulty lies opportunity” Albert Einstein. Sukses atau tidak dalam hidup ini, andalah yang tahu / penentunya. “Attaining peace of mind, happiness and good relationships also mean success” Remez Sasson

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh pelabelan yang keliru ini masih dapat kita sama-sama rasakan. Pertama, Masih ada individu diantara sahabat sekalian, yang sampai hari ini masih mengganggap bahwa pencapaian yang telah diraih selama ini bukan sebagai bentuk kesuksesan. Namun hanyalah sekedar aktivitas, untuk mempertahankan hidup dan keluarga. Kedua, hal ini membuat seorang individu akan rendah diri, kurang percaya diri, merasakan tekanan yang membuatnya tidak mampu mengembangkan dirinya secara positif. Ketiga, kekeliruan ini pula, yang membuat manusia selalu berorientasi pada kebutuhan material, kekayaan, harta, untuk meraih kebahagiaan dan kepuasan atau hanya sekedar ingin mendapatkan tempat yang layak, dengan harga diri yang tinggi di masyarakat. Keempat, rasa berempati antar sesama manusia akhirnya mulai luntur, karena ada beberapa diantara kita akan merasakan tidak lagi sukses, jika ada yang lebih tinggi jabatannya, lebih banyak.

KONSEP DAN DEFINISI SUKSES

Menurut Remez Sasson sukses adalah, Attaining peace of mind, happiness, satisfaction, inner strength, spiritual enlightenment and realizing the inner self is spiritual success. Konsep ini benar-benar sangat independent. Artinya apa, bahwa manusia diciptakan untuk sukses, dan dengang sukses ini pula manusia akan memperoleh kebahagiaan, kepuasan, kekuatan dari dalam, pencerahan, dan kesadaran adak diri yang akan membuatnya tetap bertahan dan mampu berkompetisi untuk meraih sesuatu.

Setiap orang memiliki definisi yang berbeda mengenai makna sukses. Seorang dokter akan mengatakan sukses jika berhasil menyembuhkan pasiennya. Lain lagi bagi seorang guru, dia akan merasa sukses jika anak didiknya berhasil menyerap ilmu yang dia transferkan. Sedangkan Marketer akan mengatakan sukses jika produknya berhasil diserap pasar. “When the mind thinks of success, the outside world mirrors these thoughts” Remez Sasson.

Bob Sadino, pengusaha pemilik Kemchick group, menjelaskan konsep sukses dalam paradigma yang sederhana.“Kalau saya besok bisa makan, maka saya sudah sukses,” ujarnya seperti dimuat dalam situs pembelajar.com. Rupanya Bob sangat menghargai nilai dari aktivitas makan. Dia tak menilai dari jumlah uang, mobil, luas tanah, simpanan deposito, saham, atau banyaknya rumah yang dimiliki. Dalam konteks masyarakat kita, aktivitas makan sehari tak membutuhkan uang lebih dari Rp 10 ribu sehari. Jumlah yang sangat kecil dibanding nilai kekayaan Bob saat ini.

Sukses ala Gede Prama Sukses sendiri perlu didefinisikan dengan benar. Menurut pandangan saya, sukses adalah mindset. Saya adalah sukses, sukses adalah saya.Bukan pencapaian materi. Bukan pula prestasi yang kasat mata. Sukses adalah tentang being and becoming. Seorang sukses adalah seseorang yang bisa bertahan hidup tanpa kehilangan dirinya sendiri di dalam segala situasi.

Andri Wongso seorang motivator ulung, yang terkenal dengan gelarnya yang sangat motovatif yaitu SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) TBS (Tapi Bisa Sukses) mengatakan “Sukses bukan kebetulan, semua disiapkan dan diperjuangkan.Sukses juga bukan keberuntungan tapi perjuangan. Mau sukses harus terus berjuang. Tak ada kesuksesan yang didapat dengan instan, langsung jadi. Harus berjuang, harus fight. Dan ingat, setelah sukses kita jangan manja.

Islam memandang bahwa sesung-guhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling taqwa dan paling berhasil mem-baca, menggali, dan memompa potensi dirinya, sehingga bisa berkarier yang terbaik dijalan Allah. Itu akan memberikan manfaat bagi dirinya dan ba-gi orang lain serta martabat bagi dunianya dan membawa arti bagi akherat nanti. Itulah makna dari sebuah kesuksesan.

Orang yang sukses adalah orang yang mampu menyukseskan dirinya dan oranng lain. Orang lain merasa sukses karena mendapat sesuatu yang bermanfaat dari orang yang sukses bukannya o-rang sukses di dunia ini, karena ia banyak harta tapi banyak pula orang lain teraniaya karena harta kekayaannya dikarena dengan cara korupsi, menindas bawahan dan segudang keburukan lainnya. Memang tidak ada orang yang menolak sukses, tapi tidak sedikit orang yang tidak tahu cara mencapai kesuksesan yang hakiki yaitu memperoleh akhlak yang mulia.

7 KIAT MENUJU SUKSES
Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.
Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:
1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
MENCAPAI KESEMPURNAAN SUKSES
Sukses hakiki adalah sukses yang didapatkan dengan kerja keras dan tetap berada pada wilayah yang telah diatur dan diridhoi Allah. Sukses yang tidak hany akan memberikan penghargaan terhadap pribadi , namun juga kemanfaatan yang lebih besar kepada orang lain. Sehingga kebahagiaan dan kepuasan yang diperoleh mampu dinikmati dan tidak luntur, karena akan semakin banyak orang sukses. Ada hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh sukses hakiki tersebut. Antara lain dengan konsep 7B:
Konsep 7B yang dimaksud adalah :
a. Beribadah Dengan Benar. Awali setiap peker-jaan dengan suatu niat yang baik yaitu hanya un-tuk memperoleh keridhoan Allah Ta’ala semata. Hal itu merupakan suatu ibadah dengan benar. Beribadah dengan benar akan membuat sese-orang semakin tawadhu, hati rnenjadi tentram dan kehidupan akan seimbang. Hidup tanpa ibadah bagaikan bangunan tanpa fondasi. Maka segala sesuatu yang akan dilakukan hendaknya berda-sarkan pada ibadah yang tujuannya untuk mem-peroleh keridhoan dan kasih sayang Allah SWT.
b. Bertaqwa Dengan Baik. Selaku manusia yang beragama haruslah menjalankan syariatnya de-ngan baik. Untuk dapat menjalankan syariat de-ngan baik tentu harus dibarengi dengan iman. Iman seseorang dapat dikatakan berkualitas, jika ia dapat bertaqwa dengan baik. Dengan iman dan taqwa yang baik segala perbuatannya akan senantiasa ber-dasarkan kepa-da syariat aga-ma dan tidak akan merugikan mahluk ciptaan Allah yang lain.
c. Belajar Tiada Henti. Ibadah benar dan akh-lak baik belum-lah cukup jika tidak didukung upaya belajar dari kita. Belajar merupakan sua-tu kebutuhan bahkan kewa-jiban. Sebagai-mana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an “Aku senantiasa me-ningkatkan de-rajat beberapa tingkat bagi me-reka yang berilmu”. Demikian pula sabda Nabi Muhammad SAW, “Tuntutlah ilmu mulai dari buai-an sampai liang lahat” dan “Tuntutlah ilmu walau-pun sampai negeri Cina”. Dari hari ke hari ma-salah, potensi konflik, dan kebutuhan kita akan terus bertambah. Bagaimana mungkin kita mam-pu menyikapi masalah tersebut dengan ilmu se-adanya tanpa ada peningkatan kualitas dan kuantitas? Ciri orang yang sungguh-sungguh dalam men-capai kesuksesan adalah mau belajar tiada henti dan memperoleh ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu akherat.
d. Bekerja Keras dengan Cerdas dan ikhlas. Kita harus menanamkan standar pada diri kita, yaitu bekerja optimal dengan pemikiran yang cerdas. Ada orang yang bekerja dengan keras tapi kurang menggunakan akalnya, akibatnya dia hanya men-jadi pekerja keras saja tanpa ada kemajuan.
e. Bersahaja Dalam Hidup. Seorang pekerja ke-ras seringkali terpuruk karena ketidakbersaha-jaannya dalam hidup. Dia boros, senang bermegah-megah, sehingga mudah terpedaya dan tertipu orang lain. Lain halnya jika dia bersahaja. Kemampuan keuangan kita lebih tinggi diban-dingkan kebutuhan kita. Kita jadi orang yang gemar menabung, bersedekah, dan investasi untuk masa mendatang yang bermanfaat bagi diri kita maupun generasi mendatang. Inilah budaya yang harus kita ajarkan ke masyarakat kita saat ini. Budaya kita bukanlah budaya yang banyak memiliki banyak barang, tetapi budaya yang selalu memiliki nilai tam-bah dari segala yang kita miliki.
f. Bantu sesama. Salah satu alat ukur kesuksesan adalah dilihat dari kemampuan kita memba-ngun diri dan orang lain, misalnya dengan mem-buka lapangan kerja sebanyak mungkin. Kelebihan yang kita miliki digunakan untuk memajukan sanak saudara, tetangga, teman, pembantu, dan siapa saja yang mau maju dan membutuhkan. Jika an-tara orang yang membantu dan orang yang di-bantu memiliki kesamaan tata nilai, ibadah benar; taqwa baik, belajar tiada henti, serta kerja keras dengan cerdas dan ikhlas, maka apa yang telah dihasilkan oleh keduanya akan digunakan untuk menolong saudaranya. Dengan demikian terjadi-lah sebuah sinergi yang harmonis dalam kehidup-an bernegara.
g. Bersihkan hati selalu. Untuk apa kita harus se-lalu membersihkan hati? Apa yang kita lakukan, dari B yang pertama hingga B yang keenam jika tidak diiringi dengan selalu membersihkan hati, maka dikhawatirkan akan timbul ujub atau bahkan yang lebih besar lagi yaitu takabur. Jika semuanya menjadikan kita ujub, maka sia-sialah apa yang telah dilakukan. Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali ada keihkhlasan didalamnya. Kita tidak perlu merasa paling bisa, berjasa, dan paling mulia karena semuanya adalah karunia Allah semata. Kita harus bersyukur diberikan jalan kesuksesan atau kemudahan bagi orang lain oleh Allah. Inilah orang yang akan sukses karena tidak ada dalam dirinya rasa ujub dan sikap takabur dengan segala prestasi yang diraihnya. Apalah artinya kita mendapat banyak hal bila kita tidak mendapat ridho dari Allah karena kesombongan kita.

Jika kita laksanakan tujuh langkah dan rumus ini maka akan menjadi mantap upaya pencapaian tujuan dalam membangun bangsa ini. Bagaimana bisa keluar dari krisis jika, misal, akhlak kita kurang baik? Maukah kita membeli kebutuhan bulanan kita kepada penjual yang akhlaknya jelek? Maukah kita melihat para pemimpin kita yang buruk akh-laknya? Maukah kita mendapat pasangan hidup yang cantik tapi akhlaknya jelek? Pastinya kita tidak menginginkan semua itu. Berarti ada celah kegagalan dalam diri kita.
Bagaimana jika kita tidak suka belajar? Suatu saat nanti kita akan dihadapkan pada suatu masalah mentok, maksudnya adalah tidak memiliki jalan keluar karena ilmu kita kurang.

Bagaimana jika kita tidak suka kerja keras dengan cerdas dan ikhlas? Kita pun tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan tanpa kesungguhan maka hasilnya pun kurang maksimal. Untuk itulah rumus 7B ini didesain menjadi satu kesatuan untuk meminimalisasi keterpurukan. Kita harus sama-sama belajar menetapkan kiat ini dalam diri kita dan keluarga. Jika sedikit demi sedikit upaya yang kita lakukan telah membuahkan hasil. Kita harus berani menerapkannya diluar lingkungan keluarga kita.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 5, 2009, in Artikel Motivasi, Interpersonal skill. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: