Pertanyaan Kehidupan

Sahabat, dalam kehidupan ada kalanya kita akan belajar sesuatu. Termasuk dalam memaknai sebuah kejadian. Pengalaman tersebut membawa kita pada kekayaan kepribadian yang mampu membuat secara personal tumbuh rasa hormat terhadap kehidupan itu sendiri. Ada hal menarik yang ingin saya angkat disini, dengan mencoba menelaah dari beberapa pengalaman, literatur, cerita, hikayat. Ada seorang ayah yang bertanya kepada anaknya tentang beberapa hal terkait dengan makna dalam kehidupan.

Pertanyaan pertama: Anakku apa yang menurut engkau yang paling dekat denganmu?.

Dengan lantang si anak menjawab ”itu adalah keluargaku, temanku, guruku, yang selalu ada pada saat aku sedang kesusahan, dan menemaniku pasa saat aku ada persoalan, mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku ayah. Kemudian ayah menjawab ”itu benar, namun ada yang lebih dekat dari mereka semua, itu adalah kematian atau ajal. Kenapa kematian itu sangat dengat dengan kita, karena kita tidak tahu kapan kita akan mati, hari ini, besok, dua hari lagi, seminggu lagi, kita benar-benar seorang yang lemah pengetahuannya tentang kematian.

Pertanyaan Kedua: Anakku apa yang menurut engkau yang paling jauh denganmu?

Anakpun menjawab : itu adalah negara China, bulan, luar angkasa. Karena untuk sampai kesana kita memerlukan waktu yang panjang. Dan kendaraan yang kita pakaipun harus disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Kata Ayah ” itu benar namun ada yang lebih jauh, anakku. Itu adalah masa lalu. Jauh karena kita tidak akan bisa mencapainya lagi. Waktu yang sudah terjadi tidak akan kembali. Kejadian yang telah lalu tidak akan mampu untuk diulangi. Sehingga pandai-pandailah menggunakan waktu, karena waktu begitu berharga, saat kita sadar bahwa waktu yang diberikan pada kita terbatas. Dan kita tidak tahu kapan batasnya.

Pertanyaan Ketiga: Anakku apa yang menurut engkau yang paling besar didunia ini?

Anakpun menjawab”itu adalah bumi, bulan, dan matahari, karena kita aka susah mengukurnya dan menandinginya. Ayah berkata ”itu benar, namun ada yang lebih besar, yaitu hawa nafsu. Saking besarnya terkadang iman kita seringkali terkalahkan olehnya. Pengedalian atasnya memerlukan usaha yang sangat keras. Dan dia bisa membuat kita bisa berarti dan berguna, jika kita mampu mengendalikannya. Namun akan bisa membuat dunia, matahari, bulan hancur, jika kita tidak bisa mengendalikannya. Keserakahan, ketamakan, kemarahan, iri dan dengki, akan membuat manusia saling bermusuhan dan saling menyakiti. Inilah yang akan membuat dunia ini berakhir.

Pertanyaan Keempat: Anakku apa yang menurut engkau yang paling Berat didunia ini?

Anakpun menjawan ” Itu adalah besi, gunung, gajah, batu, karena kita butuh kekuatan yang besar untuk mengangkatnya. Ayah berkata ” itu benar, namun ada yang lebih berat, yaitu menjaga dan mengemban amanah. Terkadang kita sebagai manusia seringkali ingkar ketika diberikan amanah. Kita sering berkianat, walaupun itu hanya amanah yang sederhana, misalnya menyampaikan pesan. Apalagi amanah untuk memimpin, amanah atas anak, amanah atas harta, dan jika tidak berhati-hati itulah nanti yang akan memuat kita masuk dalam orang yang kurang beruntung diakhirat nanti.

Pertanyaan Kelima : Anakku apa yang menurut engkau yang paling ringan didunia ini?

Anakpun menjawab ” itu adalah bulu, kapas, balon, karena bisa terbang diudara, dan kita tidak harus susah payang mengangkatnya atau membawanya. Ayah berkata ” itu benar, namun ada yang lebih ringan didunia ini, yaitu berbuat dholim dan berprasangka buruk pada orang lain. Serinngkali kita sebagai manusia, lebih banyak mencermati seseorang dari sisi kelemahannya, kemudian mempergunjingkannya, dan dengan itu kita memiliki prasangka buruk. Dan ini sangat ringan dilakukan. Namun terbalik, jika kita harus senantiasa berprasangka baik, sangat susah sekali, karena kita selalu merasa lebih baik dari oarang lain.

Pertanyaan Keenam : Anakku apa yang menurut engkau yang paling tajam didunia ini.

Anakpun menjawab ” itu adalah pisau, ujung tombak, pedang seorang panglima. Ayah berkata itu benar, namun ada yang lebih tajam yaitu lidah. Dengan lidah bisa timbul permusuhan, konflik, pertentangan, perang dan lain-lain. Lidah yang pedas dan tajam mampu membuat hati sakit, lebih sakit daripada sayatan sebuah pedang sekalipun. Jika tajamnya pedang menembus kulit, maka akan sembuh dalam beberapa hari. Namun jika tajamnya linah menyayat hati, maka bertahun-tahun untuk bisa sembuh, atau mungkin tak akan pernah.

Hari itu anak telah banyak mendapatkan pelajara hidup dari ayahnya. Dimana ketika manusia itu hidup dengan pedoman yang salah, maka sebenarnya kita hidup dalam kegelapan sempurna, tanpa arah, hanya mengadalkan insting. Dan jika insting tersebut melakukan tugasnya, seringkali banyak kesalahan, karena senyatanya dunia ini penuh fatamorgana.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 5, 2009, in Artikel Motivasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: