Public Speaking Itu Mudah

The Bad News: “The ability to clearly communicate ideas to clients and colleagues is a rare skill, yet one that often makes the difference in whether or not a great concept succeeds.” William Hewlett, co-founder Hewlett-Packard

The Good News: “Great speakers are not born, they’re trained.”

– Dale Carnegie (1921)

Baiklah sahabat, mengawali tulisan kali ini, saya memberikan gambaran bagaimana orang memandang ketrampilan public speaking. Baik William Hewlett ataupun Dale Carnegie telah mengemukakan pendapatnya. Nah sekarang kita akan mencoba mengupas bagaimana kegiatan komunikasi yang disebut sebagai public speaking dapat dengan mudah kita lakukan.

Ada sebagian dari kita yang masih menganggap kegiatan public speaking merupakan hal yang sulit, atau bisa dibilang menakutkan.hal ini ditunjukkan oleh sebuah survey yang dilakukan oleh sekelompok ilmuan komunikasi bahwa kegiatan berbicara didepan umum menduduki peringkat tertinggi sebagai kegiatan yang ditakuti, mengalahkan ketakukan akan hari tua, sakit, mendapatkan teman hidup, bahkan matiu sekalipun. Fakta itu ditunjukkan jelas oleh Danny Hall seorang veteran perang Vietnam, yang ketika akan diberikan bintang jasa dan harus memberikan sambutan. Dia berkata, “kembalikan saja aku ke Vietnam, daripada harus berdiri di sana”(podium pidato)”. Pilihan yang mungkin menurut kita aneh.

Apa itu Speaking?

Kegiatan penyampaian pesan berupa ide/gagasan secara oral atau lisan. Jika kita melihat dari definisi ini, maka sebenarnya kegiatan ini telah kita lakukan sekian lama. Bahkan mungkin sebelum anda mengenal sekolah formal, sahabat telah melakukannya, setiap hari. Persoalan menjadi tidak sederhana ketika ide,/gagasan dalam bentuk pesan yang disampaiakan bertambah komplek. Sehingga butuh pemahaman dan interpretasi serta penyesuaian ketika menyampaikannya. Inilah yang seringkali membuat kita takut untuk menyampaikan pesan. Karena semakin komplek pesan, maka efek atau dampak yang dihasilkan dari pesan tersebut akan semakin beragam. Dan tentu saja, jika tida hati-hati maka bisa jadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Apa Itu Public speaking?

Bentuk komunikasi dimana seorang pembicara menghadapi pendengar dalam jumlah yang relatif besar dan pembicaraan yang relatif kontinu. Sebuah definisi sederhana. Pertama, hal menjadi tantangan, saat kita memasukkan unsur publik sebagai pihak penerima pesan. Publik dalam hal ini sebagai salah satu elemen terpenting sukses dan tidaknya kegiatan public speaking. Untuk itu perlu kiranya sebelum kita melakukan kegiatan ini, maka terlebih dahulu kenalilah siapa publiknya. Dengan demikian, sahabat dapat membuat skenario rencana pesan yang disampaikan. Mulai dari bahasa, isi materi, informasi yang relevan dan lain-lain. Kedua, kontinunitas pesan. Hal ini terkait dengan sistemasi dan struktur pesan yang berupa ide/gagasan ataupun informasi. Pesan sedapat mungkin harus tertata, urut, dan berkesinambungan sehingga pemahaman terhadap pesan dapat optimal.

Tujuan dari kegiatan Public speaking

1. Menyampaikan informasi kepada audience. Maka penting artinya ketersedianya data yang lengkap dan akurat. Ini untuk memberikan penekanan bahwa informasi yang sahabat sampaikan benar-benar bermanfaat bagi audiens

2. Menghibur Audiens. Proses public speking bisa juga mengandung unsur untuk menghibur audiens. Dengan menggunakan lawakan segar dan cerdas, namun jauh dari unsur yang bersifat mendeskriditkan pihak lain.

3. Mempengaruhi audiens. Saat kita menyampaikan pesan, maka kita harapkan audiens akan berfikir, bertindak sesuai dengan apa yang kita sampaikan. Hal ini merupakan sukses public speaking yang utama.

Kembali lagi ke awal bahwa William Hewlett membawa berita buruk yang menyatakan bahwa kemampuan dalam berkomunikasi dengan khalayak adalah ketrampilan yang jarang dimiliki. Dan banyak orang mengkaitkan ketrampilan tersebut dengan bakat ataupun potensi yang dibawa sejak lahir. Dengan demikian, orang berfikir bahwa seseorang yang memiliki kemampuan dalam berbicara didepan umum, adalah mereka yang memiliki bakat untuk berbicara, mahir menghadapi khalayak, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung ini mempengaruhi alam bawah sadar manuasia. Jika mereka berfikir tidak bisa, selamanya dia tidak akan sanggup. Inilah yang harus diubah. Persepsi bahwa sebenarnya setiap orang bisa menjadi seorang public speaker yang handal.

Dal Carnegie telah membawa berita baik itu. Bahwa jika anda ingin bisa memiliki kemampuan public speaking, maka anda harus berlatih, berlatih dan berlatih. Bukunya yang sangat luar biasa Art of Public speaking telah memberikan inspirasi kepada banyak orang, bahwa setiap pribadi yang ingin berlatih menyampaikan pesan pada khalayak, maka dia akan sanggup melakukannya.

Ada tiga faktor yang bisa membentuk seseorang menjadi seorang public speaker yang handal:

1. Proses belajar dan berlatih. Dalam hal ini sahabat dapat menemukan referensi daro beragam literatur tentang komunikasi manusia dan public speaking, berkunjung ke seminar dan melihat bagaimana orang menyampaikan sesuatu, melatih ketrampilan dengan berani mencoba, dan mau belajar daro orang lain.

2. Lingkungan yang kondusif. Lingkungan merupakan faktor dalam konsistensi seseorang untuk menjadi seorang speaker yang baik. Konsistensi ini akan terganggu manakala lingkungan tidak memberikan support yang positif. Bagi kebanyakan kasus, akhirnya lingkungan yang kemudian mengendalikan individu, dengan pengaruh yang sangat dasyat.

3. Bakat. Disadari bakat turut memberikan investasi positif bagi keberhasilan seseorang untuk menjadi speaker. Namun, banyak pakar komunikasi menyatakan bahwa faktor ini bukan faktor utama. Namun faktor ini turut menentukan tenggang waktu kemahiran ketrampilan dalam public speaking

Kecemasan ”Penyakit” Public speaking.

Kecemasan merupakan hal wajar ketika seseorang berbicara didepan umum. Hal ini disadari sebagai efek normal dari penyesuaian individu terhadap lingkungannya. Jika sahabat merasakan kondisi seperti ini; Detak jantung semakin cepat, lutut gemetar, berkeringat, suara bergetar, pusing, kejang perut/mual, mata berair, lupa materi, maka bisa dipastikan sahabat mengalami tekanan. Jika ini tidak disikapi secara positif maka bisa menyebabkan kegagalan dalam penyampaian pesan.

Untuk mengatasinya sahabat bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

• Mempersiapkan dan melakukan latihan

• Mencari pengalaman

• Melakukan kegiatan fisik

• Menganggap demam panggung adalah hal yang wajar

Sebagai penutup, saya ingin meyakinkan bahwa guru paling berharga adalah pengalaman. Dengan demikian untuk mampu menjadi seorang public speaker handal anda harus mencari pengalaman. Pengalaman itu tidak harus besar, mulai dari lingkup kecil dengan audiens yang tidak begitu besar. Dan dalam proses belajar, kesalahan adalah halal hukumnya. Selamat mencoba.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 5, 2009, in Artikel Pelatihan. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. ada, bisa hubungi jaspi solo, nanti infokan dari saya

  2. kalau pengen ikut training bagaimana caranya

  3. 2 kali pertemuan intensif dijamin bisa lancar public speaking (privat class Solo Raya)

  4. Ada gak ya, pelatihan singkat mengenai teknik & cara public speaking…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: