Past Can Be Worthiness

Selasa, 10 Februari 2009

Pengalaman yang menarik hari ini adalah kunjungan mengesankan di museum Radya Pustaka Solo. Jika kita mendengar kata museum, pastilah benak kita telah memberikan gambaran yang jelas, apa yang akan dilihat adalah masa lalu. Dimana, tempat tersebut akan dipenuhi dengan benda-benda kuno, buku-buku bersejarah, dan cerita-cerita masa lalu yang seakan ikut berbicara untuk merepresentasikannya. Benar saja, bahwa museum selalu bernuasa masa lalu sebagai sebuah memori bersejarah dari jejak perjalanan umat dan masyarakat.Lalu jika ada kata masa lalu, apa yang ada dalam benak anda? Karena bisa jadi setiap pribadi memiliki masa lalu yang berbeda. Masa lalu menjadikan manusia memiliki segala pengalaman dan pengetahuan sebagai bekal nyata untuk meraih keutamaan. Untuk itu, tidak bisa dipungkiri anda sekarang tidak akan mampu dipisahkan dari masa lalu. Sebab, ada benang merah yang menghubungkannya melalui memori dan perilaku yang terbentuk selama perjalanan hidup.

Ada beragam hal ketika kita membicarakan tentang masa lalu. Beberapa orang mengatakan masa lalu itu sebagai sesuatu yang indah, penuh makna dan pantas untuk dikenang. Namun ada juga yang sepertinya tidak ingin lagi mengingat tetang masa lalu, dan mencoba menutupnya rapat-rapat karena mendatangkan kesedihan dan ketidaktenangan. Apapun yang ada pada masa lalu selalu saya sampaiakan bahwa masa itulah yang membawa kita seperti apa jadinya saat ini. Untuk itu kesadaran yang kuat untuk mengakuinya merupakan alat untuk mecari celah-celah perbaikan yang bisa anda lakukan untuk mengirimkan masa depan yang lebih baik. Sejatinya apapun yang terjadi pada masa lalu, baik itu manis ataupun pahit jika saat ini telah membawa kita pada kedudukan yang lebih baik, pastilah akan indah untuk diingat dan diceritakan pada orang lain.

Masa lalu sering kali menjadi biang atas kesalahan dan kegagalan yang kita dapatkan saat ini. Masa lalu menjadikan kita mudah untuk melemparkan kesalahan dan kegagalan. Tidak sedikit pribadi yang tidak mau terima apa yang dia dapatkan sekarang, dan mulai mengungkit maa lalunya yang menjadikan dia seperti sekarang. Ada yang membenci mengapa dia dilahirkan dalam keluarga yang miskin, mengapa saya disekolahkan di tempat yang tidak berkualitas, seandainya saya memilih jurusan A pasti semua tidak menjadi begini, dan lain sebagainya. Kita sebenarnya tidak pernah tahu apa yang terjadi dimasa depan. Masa depan akan memberikan sesuai apa yang kita lakukan saat ini. Sehingga kedatangan masa depan yang baik, ditunjang dengan usaha yang baik pula. Untuk itu, sebenarnya masa lalu bisa jadi pengalaman berharga dan bukan sesuatu yang harus disalahkan, dianggap buruk. Inilah yang menjadikan pribadi banyak menghabiskan waktunya untuk menyesali masa lalunya, dan tidak memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk menjadikan saat ini dan masa depan memiliki keberpihakan positif padanya.

Dalam konteks komunikasi antar masa, maka beberapa pribadi meletakkan masa lalu pada sisi depan dengan masa kini. Dimana dia menjalani masa kini dengan bayang-banyang masa lalu. Dimana setiap perilaku dan tindakan selalu mengatasnamakan masa lalu, meskipun dia hidup pada zaman yang berbeda. Pribadi ini sering kali menjalani kehidupan dengan keterikatan yang amat sangat pada masa lalu, bersifat kaku dan tidak mudah untuk menyesuaikan diri. Setiap keputusan yang dilakukannya adalah sama, tidak berubah. Padahal zaman menuntut adanya perubahan untuk menjadi semakin berkualitas. Sepertinya masa ini tidak mampu melepaskannya dari masa lalu. Inilah yang menjadikan setiap pribadi yang meletakkan masa lalu berdampingan dengan masa kini, maka ia akan hidup dengan beban. Dari perspektif ego, masa lalu dapat menjadi beban terutama karena diri kita belum siap mengalami peristiwa tersebut. Diri sejati tidak akan pernah terluka secara emosional, egolah yang tidak terima atau menolak kejadian yang menimpa diri kita. Jika masih terbebani dengan masa lalu, berarti ego dalam diri kita masih kuat. Dalam beberapa kasus, pikiran sering kembali ke masa lalu karena masalah tersebut dianggap belum selesai dan masih dicari solusinya. Jika demikian yang terjadi, langkah terbaik adalah memaafkan dirisendiri.

Masa Lalu

Masa Kini

Masa Depan

Ada pula pribadi yang meletakkan masa lalu dibelakannya, dengan tampilan garis yang terputus-putus dengan masa kini. Bagaimana pribadi ini mampu menjaga masa lalunya dengan tetap berada dibelakang, dengan kendali penuh oleh dirinya masa kini. Pribadi ini akan meletakkan perspektif masa lalu sebagai alat untuk pembelajaran, dan bukan dasar untuk mengambil keputusan. Pribadi lebih mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Namun kendalanya adalah pengendalian atas diri dan keputusannya oleh masa lalu menjadi lemah. Pribadi seringkali lupa diri, dan tidak mau belajar dari pengalaman, cepat mengambil keputusan tanpa tahu konsekuensi atas keputusan yang diambil. Lingkungan yang mendukung sangat diperlukan untuk mengendalikan setiap tindakan dan keputusan yang dibuat. Lingkungan disini bukan berarti berorientasi pada masa lalu, Namur selalu mampu relajar dari apa yang telah terjadi, dan memiliki perpektif untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Masa Lalu

Masa Kini

Masa Depan

Pribadi efektif dan independen adalah pribadi yang mampu menempatkan masa lalu berdampingan dengan masa kini, dengan garis yang terputus. Dimana dengan mudah dia akan melihat masa lalu dan belajar darinya. Namun, dengan tetap memegang kualitas keputusan yang bersifat kekinian. Pribadi ini akan lebih mudah melakukan instropeksi atas usaha yang dilakukannya dan melihat masa lalu bukan sebagai sebuiah kesalahan atau bahkan kegagalan.

Cara praktis yang bisa kita lakukan untuk memenangkan masa kini dan meraih adalah:

  • Mengakui bahwa peristiwa memang terjadi di masa lalu tanpa menolaknya ataupun berusahamenghindarinya. Kejadian tersebutsudah terjadi.
  • Mengakui akibat dari peristiwa tersebut terhadap diri kita di saat itu, terutama aspek emosional.
  • Memaafkan diri sendiri bahwa kita tidak berdaya atau mempunyaikemampuan cukup untuk mencegah ataumenghindari peristiwatersebut.
  • Memaafkan orang lain yang telah berbuat kesalahan tersebut tanpamengesampingkan aspek hukum, jikaada pelanggaran hukum.

Masa Depan

Masa Lalu

Masa Kini

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 10, 2009, in Artikel Motivasi, Artikel Pelatihan, Kepribadian Manajerial. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: