Mengukur Kualitas Diri Dengan Janji

Rabu, 11 Februari 2009

Pagi ini ada hal yang cukup membuat saya tidak nyaman. Ada relasi yang telah membuat janji, namun tidak tahu mengapa, tiba-tiba janji itu ternyata tidak ditepati. Bukan hanya itu sebenarnya yang membuat tidak nyaman. ketiadaan kabar apapun, baik itu pesan singkat atau telephon yang menyatakan secara eksplisit bahwa janji itu telah dibatalkan. Anda pun terkadang mengalami hal yang serupa. Dan ketidaknyamanan itu akan berlangsung beberapa hari, yang secara tidak langsung akan mengganggu rutinitas kerja. Karena kita tidak pernah tahu penyebab mengapa janji itu dibatalkan.

Sepertinya jika direnungkan kembali dalam hidup ini, bisa jadi anda telah banyak melakukan kegiatan yang bernama janji itu. Tentu saja, kegiatan ini melibatkan tidak hanya anda namun juga orang-orang yang saat itu mendengarkan anda menjanjikan sesuatu. Sadar atau tidak walaupun kegiatan ini begitu mudah diucapkan, namun sebenarnya butuh tanggungjawab yang penuh untuk melaksanakannya. Untuk itulah maka sebenarnya kualitas anda sebagai pribadi, ditentukan juga sejauh mana anda mampu menepati janji-janji yang telah anda buat. Pribadi yang dianggap berharga akan mampu membuat orang lain merasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengannya, karena mereka tahu bahwa anda memiliki reputasi dan kualitas untuk menepati setiap janji yang anda buat.

Mengapa janji mampu menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki kualitas atau tidak?

Pertama, ukuran janji itu jika ditakar dengan ranah kemampuan, berarti janji seharusnya tidak lebih besar dari kemampuan untuk memenuhinya. Banyak pribadi yang dia ingin dipandang sebagai pribadi yang kuat, kemudian meninggikan kualitas janjinya pada orang lain. Padahal sebenarnya dia sadar, bahwa janji yang dia ucapkan itu tidak mungkin untuk dipenuhi sesuai dengan waktunya. Sehingga sebenarnya dia sedang menempatkan dirinya pada sebuah perangkap yang sebenarnya dia buat sendiri. Jika kemudian orang lain menganggap dia itu tidak mampu, omong besar, dan munafik, maka cobalah untuk melihat apakah selama ini kemampuan anda telah seberkualitas sesuai dengan janji yang anda buat.

Kedua, janji adalah sebuah rencana besar anda. Dengan janji, anda mampu mengarahkan apa-apa yang bisa anda raih di masa yang akan datang. Sebetulkan jika anda mau disiplin dengan setiap janji anda, maka anda telah membuat alur langkah pasti untuk menjalani proses menuju sebuah pencapaian. Untuk itu mulai sekarang seriuslah dengan janji anda itu, dan buatlah orang terkesan dan hormat dengan menepatinya.

Ketiga, Janji adalah ruh untuk selalu sadar bahwa anda masih ada untuk orang lain. Namun perlu dingat bahwa terlalu banyak janji besar yang tidak mampu ditepati, hanya untuk menyenangkan hati orang lain sesaat. Pernahkan anda sebagai orang tua menjajikan akan menyediakan waktu akhir pekan anda untuk anak anda, untuk membuatnya tersenyum gembira dan berharap hari itu segera tiba. Namun anda sadar bahwa sebenanya pada akhir pekan anda harus keluar kota untuk menyelesaiakan urusan bisnis penting. Apa yang bisa diharapkan dari sebuah janji besar yang pada akhirnya membuat hubungan menjadi tidak nyaman. Untuk itu, percayakan kualitas anda dengan janji sederhana, namun anda penuhi dengan cara yang luar biasa. Berjalan-jalan dipagi hari mungkin cukup untuk anak anda, jika anda lakukan itu dengan bahagia, penuh motivasi, dan membuat kejutan kecil untuknya.

Janji untuk anda pribadi

Janji itu bukan hanya untuk orang lain. Namun pembuatan janji juga bisa anda lakukan pada diri anda sendiri. Cobalah untuk merenungkan apakah anda seringkali mengingkari janji pada orang lain, bisa jadi itu karena anda juga seringkali membuat seribu alasan untuk menunda janji untuk diri anda sendiri. Saat ingin meraih sesuatu seringkali anda membuat janji untuk diri anda sendiri. Misalnya saat menginginkan sebuah benda yang disukai, maka anda menjanjikan diri anda untuk menabung. Namun, entah mengapa kesempatan untuk menepati janji itu seringkali terkalahkan oleh alasan-alasan anda yang ternyata dianggap lebih logis untuk dilakukan. Pada saat anda tersadar, anda telah kehilangan waktu untuk mendapatkan benda itu, karena telah dimiliki oleh orang lain.

Kesadaran adalah poin penting untuk menjadikan anda untuk membuat janji dengan baik. Kesadaran akan kemampuan untuk menepatinya dan mengunakan cara-cara luar biasa untuk mencapainya. Tanpa itu, maka sebenarnya anda telah meletakkan janji sebagai sesuatu yang menampilkan kelemahan dihadapan orang lain.

”Untuk itu sediakan waktu berupa kesadaran untuk menjadikan janji anda itu membawa sebuah keberkahan tidak hanya untuk anda namun bagi orang lain. Penuhilah hal kecil yang anda janjikan dengan kualitas yang luar biasa, lalu perhatikan hasilnya”

Sukses untuk anda!

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 11, 2009, in Artikel Motivasi, Artikel Pelatihan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: