Manajemen Informasi & Keunggulan Kompetitif

Pada era saat ini teknologi berkembang dengan pesat. Setiap hari selalu ada perkembangan baru menyangkut teknologi. Kecepatan perkembangan tersebut haruslah ditangkap sebagai sebuah peluang untuk mampu menambah daya saing perusahaan dalam ranah persaingan tidak hanya lokal namun juga global. Teknologi merupakan sebuah keajaiban dunia modern yang telah membuat setiap bisnis dan usaha menjadi terotomatisasi dan terhubung antar satu dengan yang lainnya.

Isu perkembangan teknologi telah melahirkan sumber daya penting yang harus mendapatkan perhatian. Dalam kerangkan tradusional kita mengenal ada 6 sumber daya penting perusahaan yaitu, Men, Money, Material, Method, Machine. Pada kerangka dunia berteknologi maka sumber daya informasi menjadi penting untuk dikelola dengan baik.

Informasi sebagai salah satu sumberdaya perlu pengelolaan yang serius, tidak seperti pada masa lalu pengelolaan sumberdaya informasi dapat diabaikan saja. Perusahaan telah menanamkan banyak uang untuk sumberdaya informasi, kalau sumber daya ini tidak dikelola dengan baik investasi ini akan menjadi mubazir, yang akan mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Dengan tidak terkelolanya sumberdaya informasi dengan baik para pengambil keputusan tidak akan dapat mengambil keputusan yang efektif, karena ketidak tersediaannya informasi.

Semakin berkembangnya teknologi komputer lebih memungkinkan setiap perusahaan mengembangkan pengolahan informasinya. Sehingga setiap informasi menjadi potensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing perusahaan, jika dikumpulkan, diolah dan dianalisis sesuai peruntukkannya. Penggunaan komputer untuk pengolahan informasi juga menimbulkan permasalahan tersendiri, informasi dapat diakses dengan mudah, termasuk oleh pihak-pihak yang tidak berhak, data dapat rusak tampa diketahui sebabnya, semua ini tentu perlu pengelolaan dengan baik. Tambahan lagi penggunaan komputer juga ada kemungkinan perusahaan menjadi kesulitan mengontrol biaya sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi tidak seiimbang dengan manfaat yang diperoleh.

Manajemen informasi yang baik, akan menjadikan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif dalam hal ini adalah Keunggulan perusahaan dibandingkan pesaingnya apabila perusahaan dapat memenuhi semua kebutuhan pelanggannya. Untuk tujuan ini perusahaan mempersiapkan berbagai strategi. Dalam bidang Sistem Informasi, keunggulan kompetitif berhubungan dengan penggunaan informasi untuk memperoleh pengaruh di pasar.

Keunggulan kompetitif merupakan penggunaan informasi untuk mendapatkan laverage di pasar dan dapat dicapai dengan menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa lebih baik dari pesaing dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar. Perusahaan mengandalkan dua sumber daya yaitu sumber daya fisik dan sumber daya konseptual untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

Optimalisasi keunggulan kompetitif perusahaan juga ditentukn sejauh mana informasi yang dikelola mampu untuk mengakomodasi kebutuhan lingkungan perusahaan. Dimensi lingkungan perusahaan dapat berupa ;

1. Pemasok, menyediakan material, mesin, jasa dll.

2. Pelanggan, mencakup pemakai dan calon pemakai

3. Serikat Buruh, organisasi tenaga kerja

4. Masyarakat Keuangan, terdiri dari institusi yang mempengaruhi sumber daya keuangan bagi perusahaan

5. Pemegang Saham atau Pemilik, orang yang menanamkan uang di perusahaan

6. Pesaing, mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasar

7. Pemerintah, memberikan batasan-batasan dalam bentuk peraturan, tetapi juga memberikan bantuan

8. Masyarakat global, wilayah geografis tempat perusahaan melakukan operasinya.

Sejauh mana perusahaan mampu mengoptimalkan informasi untuk mngelola arus sumber daya dari perusahaan ke lingkungan adalam penting untuk mencapai keunggulan kompetitif. Arus sumber daya yang sering terjadi antara lain; arus informasi dari pelanggan; arus barang jadi ke pelanggan; arus uang ke pemegang saham; arus mesin dari pemasok; arus pekerja dari serikat buruh; arus uang dari pemerintah; arus bahan baku ke pemasok; arus pekerja ke pesaing.

RANTAI NILAI PORTER

Sebuah perusahaan mencapai Keunggulan Kompetitif dengan menciptakan Rantai Nilai yang terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pendukung yan memberikan kontribusi kepada marjin. Marjin adalah nilai produk dan jasa perusahaan dikurangi biaya-biayanya. Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan kegiatan, yang Porter sebut Kegiatan Nilai

Kegiatan Nilai Utama adalah kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan penawaran nilai yang lebih besar kepada pelanggan daripada yang dilakukan pesaing

Kegiatan Nilai Pendukung adalah kegiatan yang menyediakan input dan infrastruktur yang memungkinkan kegiatan utama berlangsung

Tiap Kegiatan Nilai, utama dan pendukung, memiliki tiga unsur penting :

1. Input yang dibeli

2. Sumber daya manusia

3. Teknologi

Untuk itu maka perlu dimbangkan penggunaan sumber daya informasi yang dapat difungsikan untuk mencapai nilai terbaik bagi pelanggan dan perusahaan. Jenis Sumber daya informasi antara lain:

1. Perangkat keras komputer

2. Perangkat lunak komputer

3. Spesialis Informasi

4. Pemakai

5. Fasilitas

6. Database

7. Informasi

Dengan pengelolaan yang baik seluruh sumber daya akan mampu menjadikan perusahaan mengolah sumber daya perusahaan yang terbatas untuk meningkatatkan daya saing dan mencapai tujuan organisasi.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 26, 2009, in Sistem Informasi Manajemen. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. thenk’s atas informasinya…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: