Eksistensi Bukan Sekedar Ada

Eksistensi sebuah lembaga adalah ruh yang menjadikan setiap komponen didalamnya mampu untuk berdinamika dan menciptakan daya saing yang lebih baik. Untuk itu, maka sangat penting bagi sebuah lembaga untuk menjaga kualitas pelayanan jasa dan produk untuk tetap eksis. Kata eksis atau eksistensi sebenarnya tidak hanya sekedar ada atau bahkan diada-adakan. Sebuah lembaga yang eksis adalah lembaga yang memiliki kompetensi unik dan daya saing baik yang mampu menjadikannya bertahan bahkan mampu untuk memenangkan sebuah persaingan. Dalam kerangka ini maka eksis bukan hanya ”asal ada”, ada logo, ada nama lembaga, ada sertifikat pendiriannya, ada karyawannya dan sebagainya. Namun lebih dari itu, lembaga harus mampu menciptakan keterhubungannya dengan lingkungan agar mendapatkan pengakuan dan dukungan yang merupakan modal paling konkrit bagi sebuah eksistensi lembaga.

Eksistensi memuat hal yang lebih mendalam dari sekedar bentuk fisik yang nampak dari luar. Terkadang ada beberapa lembaga yang menampilkan bentuk-bentuk dan lambang komunikasi fisik untuk menunjukkan bahwa mereka eksis dan ada. Gedung yang mewah, karyawan yang berseragam rapi, fasilitas yang lengkap dan lainnya. Untuk bisa eksis tidak cukup dengan hal itu. Penampilan fisik yang prima, tanpa ada ruh pelayanan yang menciptakan kepercayaan, kenyamanan dan loyalitas, maka lembaga itu layaknya seperti kuburan yang dingin, sepi dan tidak sama sekali menyenangkan. Penampilan fisik, baik sebagai kesan pertama (first impression) sebagai upaya penarik perhatian. Namun, jika anda ingin menjadikan bentuk fisik indah itu diakui, maka harus ada usaha yang lebih baik untuk memberikan keyakinan akan senyum anda yang tulus, kompetensi yang baik, ketrampilan pelayanan prima, responsifitas yang tinggi, dan kredibilitas. Mengapa demikian, karena tidak sedikit lembaga yang mengedepankan bentuk fisik yang baik, hanya sebagai tameng untuk pelayanan dan kinerjanya yang tidak kredibel. Berapa banyak kantor berfasilitas lengkap, namun pelayanannya tidak menyenangkan, bahkan bisa dibilang ”negative services”.

Menyadari akan kekurangan bukan berarti ancaman terhadap eksistensi. Mencoba untuk diam dan berbenah secara keseluruhan, bukan berarti tidak berkualitas. Karena sebenarnya kualitas itu bersumber dari bagaimana sebuah lembaga memiliki kesadaran tinggi untuk tetap eksis bukan hanya saat ini, namun juga jangka panjang. Jika anda memiliki kualitas itu, dan bukan mencoba mngikir kualitas itu dengan usaha anda untuk mengada-ada. Karena jika anda melakukannya maka kualias itu sebenarnya tidak eksis, dan jika kualitas itu tidak eksis maka sebenarnya lembaga melangkah pada satu jalan yang pasti keterpurukan pengakuan dan dukungan lingkungan yang tentu saja menggangu eksistensi lembaga.

Untuk itu, saat ini mulailah berbenah, cintailah apa yang anda miliki saat ini, eksis atau tidak tergantung bagaimana usaha anda untuk memunculkan kualitas lembaga dengan cara-cara yang baik. Karena jika ya..maka anda tidak harus mengarang indah tentang lemahnya pelayanan anda, menampilkan senyum manajemen yang tidak penting itu, mengecat dan menambah fasilits hanya pada saat ada inspeksi. Sebab integritas dan pengakuan merupakan hal paling mendasar dari sebiah eksistensi lembaga. Sukses untuk usaha anda.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on February 28, 2009, in Artikel Pelatihan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: