You Don’t Have to Win Every Time


Competitiveness can preclude life satisfaction because no accomplishment can prove sufficient, and failures are particularly devastating.Ultracompetitive people rate their successes with lower marks than some people rate their failures. Thurman 1981

Dalam lingkup bisnis dan karir serta hidup maka sebetulnya anda masuk dalam sekompetisi. Seolah sebuah pertandingan, maka setiap pribadi menghendaki pencapaian terbaik untuk menang. Pribadi yang berhasil biasanya akan merasakan senang dan bahagia, dan sebaliknya pribadi yang kalah akan menyediakan dirinya untuk bersedih dan merasa gagal. Jika anda melihat perspektif kompetisi itu maka ada dua hal yang dianggap sebagai sebuah hasil yang baku, ada kalah & menang. Tentu saja tidak ada pribadi yang ingin menjadi kalah, bersedih dan gagal. Untuk itu terkadang apa yang ada tidak selalu mencerminkan sebuah kompetisi yang sehat. Karena kemenangan dianggap harga mati yang menjadikan setiap pribadi menjadi lebih hebat. Pertanyaan yang paling mendasar adalah apakah anda ingin selalu menang, apa yang anda rasakan setelah anda memenangkan segalanya, mungkinkah kebahagiaan itu hanya akan datang dari setiap kemenangan.

Lingkungan yang sangat kompetitif menghendaki setiap pribadi ataupun lembaga untuk tampil ultra kompetitif dalam memenangkan persaingan. Satu sama lain tidak akan suka untuk dikalahkan dan selalu ingin menguasai antara satu dengan lainnya. Pernahkan anda membayangkan setiap pribadi/lembaga sangat percaya diri dan ingin selalu menang. Mereka akan menempuh langkah apapun untuk mendatangkan kemenangan. Tentu saja hal ini merupakan hal sudah tidak lagi sehat. Dimana tekanan untuk menang telah mengalahkan nilai-nilai sportifitas dan menanggalkan label etika. Karir dan pekerjaan selalu dihantui dengan rasa was-was untuk tidak menjadi sempurna dan tidak lebih baik dari pada yang lainnya. Rasa saling percaya pun akan mudah luntur karena setiap pribadi sama-sama dihantui oleh kepentingan untuk saling menjatuhkan. Lebih dari itu, pencapaian hanyalah sebuah klise sesaat yang tidak membahagiakan, sebab setiap pribadi tidak akan mampu menikmati keberhasilannya.

Apa yang anda harapkan dari sebuah kemenangan. Tentu saja sebuah perayaan, untuk jiwa, karir dan hidup anda. Lalu bagaimana jika kemenangan itu telah merupakan keharusan dan menjadi biasa bagi anda. Karena jika demikian, maka sebetulnya anda mungkin saja melupakan bagaimana kegembiraan yang datang dari kemenangan yang diawali dari cara anda belajar dan bertindak dari kegagalan. Mulailah merasakan bahwa kemenangan yang baik adalah kemenangan yang dinikmati dengan memperkaya kepribadian dan ketrampilan, dari setiap jengkal ritme usaha anda. Dengan itulah maka pribadi anda akan menjadi lebih dewasa untuk merasakan bahwa apa yang ada dalam hidup ini adalah sebuah jalan bahagia yang penuh kesyukuran. Jika anda merasa bahwa kemenangan itu anda dapatkan dengan cara-cara yang baik, berguna bagi lingkungan, menular pada setiap pribadi yang ada berhubungan dengan anda, maka perayaan itu memangdipersembahkan pada anda. Syukurilah. Namun jika sebaliknya, maka kehampaan dan ketakutan akan selalu menerpa karena sepetulnya anda menempati tempat yang tidak sama sekali pantas bagi anda.

Benar adanya, jika anda ingin mencapai hasil terbaik dalam sebuah kompetisi, maka anda perlu mempertimbangan tindakan terbaik. Makna dari sebuah tindakan terbaik adalah usaha anda untuk memantaskan pribadi anda dengan kemampuan, ketrampilan dan ilmu untuk menjadi pemenang. Pantaskan diri anda untuk mampu menjadi baik saat anda kalah ataupun menang. Karena jika demikian, maka sebetulkan keinginan untuk menjadi bahagia bukan hanya berasal dari kemenangan, tapi juga dari sebuah kegagalan. Sebab, anda telah mampu belajar sesuatu dan memperkaya diri anda. Jadi, anda tidak harus menang setiap waktu, karena sebetulkan sebuah kekalahan yang akan memberikan kebahagiaan kepada lebih banyak orang, layak untuk disebut kemenangan. Sukses untuk anda.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on March 3, 2009, in Artikel Motivasi, Artikel Pelatihan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: