Who Am I ??

Abraham lincoln Presiden ke-16 Amerika Serikat (1809-1865) menyatakan “Jika saya punya waktu delapan jam! untuk menebang pohon, Saya akan menghabiskan waktu enam jam! untuk mengasah kapak”. Sebuah perumpamaan yang sangat dalam artinya jika kita mencoba mengkaitkannya dengan ketrampilan interpersonal. Seperti yang dikatakan Lincoln setiap interaksi harus diawali dengan persiapan yang matang agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan memberikan keuntungan. Untuk itu penting artinya jika kita akan membangun hubungan dengan orang lain, maka kita harus menyiapkan diri kita secara positif. Kata kunci dari semuanya itu adalah “penerimaan”. Penerimaan bisa berupa senyum yang tulus, sambutan yang hangat, komunikasi yang konstruktif, keinginan untuk saling membantu, penuh dengan solusi, dan lain sebagainya. Jika hal itu yang kita inginkan dalam kegiatan komunikasi dengan orang lain, maka siapkan diri sahabat.

Who Am I

Dalam membangun dan menyiapkan diri sahabat agar mampu berinteraksi dengan orang lain dalam kerangka ketrampilan interpersonal adalah mengenali diri sahabat sendiri. Pengenalan diri penting artinya agar kita mampu untuk mengetahui konsep diri kita, dan selanjutnya dengan konsep diri tersebut akan muncul potensi-potensi dalam diri kita yang dapat dikembangkan.

Seringkali ketika sahabat diminta untuk memberikan definisi “siapa saya”, maka terkadang jawaban yang mengalir sangat terbatas. Keterbatasan itu nampak bahwa definisi yang disebutkan adalah terbatas yang bisa dicermati dengan indera mata (dapat dilihat). Contohnya, saya seorang laki-laki, lahir dimana, ibu bapaknya siapa, tinggal dimana, dan seterusnya. Nah keterbatasan definisi inilah yang kemudian menjadi permasalahan yang tidak sederhana, karena kita memandang diri kita pada daerah yang sangat sempit yaitu sebatas apa yang bisa kita lihat. Hal inilah yang menghambat sahabat untuk dapat mengenal diri kita secara menyeluruh (komprehensif)

Untuk dapat membangun diri kita dengan baik, maka harus mendefinisikan siapa diri kita secara menyeluruh. Menyeluruh tidak sebatas apa yang kita lihat, namun juga apa yang kita dengan, kita rasakan, dari pengalaman hidup dan pola interaksi yang telah kita buat sebelumnya ataupu pandangan orang lain terhadap kita. Ada cara untuk mengenal diri kita dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan:

  1. Menyusun daftar kelemahan dan kelebihan kita. Hal ini dapat anda lakukan dengan mudah. Namun harus diusahakan untuk tetap jujur. Kadang dalam tahapan ini sahabat akan cenderung lebih cepat dalam mencermati sisi kelemahan. Artinya apa , bahwa sebagai pribadi kita terlalu sering memikirkan tentang kelemahan diri kita. Padahal kita sadar bahwa setiap manusia itu juga dianugerahi kelebihan. Dengan semakin sering dipikirkan, maka terkadang pikiran itu akan diaplikasian dalam bentuk perilaku. Dengan kondisi ini maka secara tidak sadar apa yang kita lakukan setiap hari adalah representasi dari kelemahan kita. Pada saat itulah kita akan mengalami masa dimana kita selalu menganggap rendah diri kita dan kurang menghargai diri sendiri. Menurut Lawrence J. Crabb Jr ”kebutuhan pribadi yang mendasar dari setiap orang adalah untuk menganggap dirinya sebagai pribadi yang berharga”.
  2. Pandangan orang lain tentang kita. Kita juga mampu menemukan diri kita dengan mencermati lingkungan dimana kita sering berinteraksi didalamnya. Komponen-komponen lingkungan tersebut akan memberikan respon terhadap tingkah laku, sikap, sifat, yang kita tunjukkan pada lingkungan. Orang lain tersebut bisa teman, tetangga, keluarga, ataupun orang lain yang berhubungan dengan kita. Respon setiap orang tentang apa yang kita lakukan bisa jadi berlainan, maka kita harus cermat untuk memikirkannya. Jangan sampai terlalu emosional untuk mengambil respon yang terlalu cepat atas penilaian lingkungan terhadap kita. Oleh karena itu kita semestinya harus berhati-hati. Nah, jika tidak hati-hati maka kita akan terjerumus pada konsepsi yang salah tentang diri kita, dan itu adalah bentukan lingkungan, bukan kita sesungguhnya. Dr. Maxwell Maltz, kita adalah apa yang kita pikirkan.

Dalam proses yang lebih dalam kita mengenal apa yang disebut sebagai pengembangan kepribadian. Proses ini merupakan manifestasi/perwujudan ketrampilan sosial dan pengenalannya terhadap diri sendiri. Dengan definisi diatas kegiatan pengembangan diri akan diperoleh secara maksimal jika ada dua langkah besar yaitu pertama, mengenal dirinya sendiri secara utuh dan kedua perwujudan ketrampilan sosial yang diimplentasikan melalui kemampuan berkomunikasi, ketrampilan interpersonal, memiliki jaringan pertemanan yang luas. Dengan dua langkah besar ini maka manusia akan terus mengalami perkembangan baik secara emosional, spiritual dan intelektual.

Ada tiga hal yang dapat kita telaah dari proses pengenalan diri:

  1. Merupakan proses menggugah kesadaran tentang diri sendiri melalui intropeksi/evaluasi secara jujur, objektif.
  2. Proses menyadari sisi positif dan sisi negatif diri sendiri
  3. Proses evaluasi/intropeksi melalui bantuan orang lain atau umpan balik

Ada tiga teori pembentuk kepribadian manusia:

  1. Teori Nature : Teori ini berpendapat bahwa kepribadian manusia itu terbentuk dari bawaan lahir. Teori ini sangar percaya bahwa pada saat dilahirkan manusia telah memiliki kepribadian yang seperti saat dia dewasa. Dengan kemampuan itulah manusia mencoba menjadi dirinya sendiri sesuai dengan kodrat lahiriah yang dia bawa dari garis keturunannya. Contohnya seorang anak yang lahir dari pasangan olahragawan, bisa jadi telah memiliki potensi yang sama sejak lahir, sehingga kemungkinan besar ketika dewasa si anak akan menjadi olahragawan juga seperti orang tuanya.
  2. Teori Nurture : Teori ini berpendapat bahwa kepribadian manusia terbentuk dari pengaruh lingkungan. Faktor luar tersebut bisa dari masyarakat, sekolah, pergaulan, buku, televisi, dan lainnya. Teori ini sangat tidak setuju bahwa manusia itu memperoleh bentukan kepribadia sejak lahir. Mereka dapat menjadi seperti saat ini karena terpengaruh oleh lingkungan dimana dia beriteraksi setiap harinya. Dengan proses inteksi tersebut maka anak akan memperoleh pengalaman, ketrampilan, pengetahuan. Dengan modal itulah anak menjadi dirinya saat dia dewasa kelak. Sehingga belum tentu anak seorang pemimpin, nanti ketika dewasa dia juga memiliki jiwa pemimpin, jika tidak dilatih, di didik dan diberikan pengalaman dalam memimpin.
  3. Teori Konvergensi : Teori ini berpendapat bahwa manusia itu sebenarnya dibentuk atas dua komponen. Pertama, sejak lahir dia secara genetik memang telah memiliki karakter, sifat, dan potensi yang diturunkan oleh orang tua atau darah keturunannya. Setelah potensi itu ada, maka harus ditemukan, dan diasah dengan cara yang tepat oleh lingkungan. Tentu saja, dengan pendidikan, pelatihan, yang sesuai. Dengan demikian, maka akan terbentuk sebuah bentukan kepribadian yang kuat. Karena terdapat keseimbangan dalam pengembangannya. ”Sebuah pisau dilahirkan dengan tajam, karena berguna untuk memotong sesuatu. Pisau tersebut akan berguna jika digunakan dengan tepat. Dengan sering digunakan, diasah dengan rutin, maka pisau akan semakin tajam. Pun jika pisau tersebut tidak digunakan, karena tak menemukan fungsinya, dan hanya diletakkan dipojok dapur. Maka pisau tersebut akan berkarat, tumpul, dan akhirnya tidak dapt digunakan sebagaimana mestinya”.

Apa yang dapat kita cermati dari proses pengembangan Kepribadian:

  1. Dalam pengembangan merupakan proses yang selalu berkesinambungan dan tidak akan pernah berhenti, selama kita memiliki hasrat untuk tetap eksis. Proses ketrampilan sosial yang diperoleh seseorang dari pengenalan terhadap dirinya sendiri dan pengenalan terhadap lingkungan
  2. Proses mengasah sifat-sifat baik dan mengurangi sifat-sifat jelek.
  3. Proses menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat berperan secara optimal dan membentuk pribadi yang mandiri
  4. Proses mengembangkan bakat yang dimiliki, meningkatkan PD dan mewujudkan kepribadian plus

Tujuan dari pengembangan kepribadian adalah sebagai berikut:

  1. Jangka pendek untuk mewujudkan potensi yang dimiliki. Mewujudkan potensi bisa diartikan memunculkan potensi-potensi yang kita miliki ke permukaan agar bisa diasah dan dilatih dengan tepat. Kondisi ini kan membuat kita mampu untuk senantiasa merasa berharga dengan potensi prima yang ada dalam diri kita
  2. Dapat berperan secara optimal sebagai makhluk social. Dengan potensi tersebut maka kita akan percaya diri dalam berinteraksi dengan lingkungan. Dengan iteraki tersebut maka akan terjadipertukaran peran dan fungsi, dimana akan saling menguntungkan. Setiap peran yang kita lakukan untk lingkungan pasti membawa sesuatu yang baik, terutama untuk diri kita.
  3. Mendapatkan nilai tambah baik untuk diri sendiri maupun lingkungan. Nilai tambah tidak selau berwujud finansial ataupun fisik. Namun penghargaan, pengakuan, kepercayaan, rasa hormat atas apa yang kita lakukan dimasyarakat merupaka wujud nyata dari sebuah nilai tambah.

adv : Peluang bisnis online paling menguntungkan dan aman. klik disini

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on March 17, 2009, in Interpersonal skill. Bookmark the permalink. 31 Comments.

  1. who am i?
    pertanyaan untuk diri sendiri yang kadang terdengar begitu aneh, kita seakan tak mengenali sosok diri kita sendiri. apakah seseorang menjadi amnesia pada dirinya sendiri dalam hidup ini. “siapa aku sehingga aku tak dapat mencapai apa yang aku inginkan?”mungkin ini lebih cocok untuk ditanyakan kepada diri kita..dari kalimat tersebut kita dapat menengok lebih dalam apa kelemahan kita, dan apa kelebihan kita. memang tak ada manusia yangg sempurna, tak ada gading yang tak retak. tapi dari kelemahan dan kekurangan tersebut memberikan pelajaran bahwa kita harus memperbaiki kelemahan itu untuk bisa maju kedepan..
    mungkin pertanyaan lain yang sering hadir dalam diri kita…
    “untuk apa kita disini?”

  2. aslm.pak artkelnya bagus banget sehingga membuat saya sadar akan potensi yang ada dalam diri saya begitu besar sehingga saya akan menambah kreatifitas saya untuk masa datang lebih baik.
    waslm

  3. Dewi Apriyanti/07.1.00045

    saya setuju
    kepribadian seseorang itu bukan hanya terbentuk dari bawaan lahir saja tapi juga dari lingkungan dimana seseorang itu tinggal.Karena faktor lingkungan tersebut sangat mempengaruhi kepribadian seseorang.Dimana orang tersebut akan mendapatkan ketrampilan,pengetahuan dan pengalaman. Deangan demikian orang tersebut dapat melihat kelemahan dan kelebihan yang ada dalam dirinya.setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut baru mengasahnya agar menjadi pribadi yang kuat.

  4. MARGANING STYO ASMARANI(07.1.00022)

    Menurut saya potensi perkembangan kepribadian seseorang dapat dilihat dari segi lingkungan pergaulan.Akan tetapi hal tersebut tergantung pada diri masing-masing karena hanya diri sendiri yang mampu menilai kelebihan dan kelemahan diri.Sehingga dapat membedakan mana yg baik dan mana yg buruk dan tidak terpengaruh hal negatif.

  5. ratih condrowati / 07.1.00028

    menurut saya, kepribadian manusia berbeda beda.
    seperti 3 hal pembentuk kribadian manusia,
    saya setuju dengan teori konvergensi,
    karena manusia membentuk kepribadianya dari 2 komponen,
    yang pertama dari lahir yang kedua dari lingkungan.
    tinggal bagaimana seseorang itu membentuk kepribadianya masing-masing.

  6. Rita Setianingrum

    artikel ini benar-benar bagus karena mungkin setiap orang yang membaca artikel ini akan sadar untuk lebih mengenali dirinya sendiri! setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda satu sama lainnya tapi karena kita belum mengenali diri kita sendiri dengan baik maka kita tidak akan tahu kemampuan apa yang kita miliki sekarang sehingga kita tidak bisa mengembangkannya untuk jadikan kelegihan dari diri kita! kelemahan kita adalah kita selalu terburu-buru dalam menjalankan sebuah tindakan kita selalu ingin semuanya itu cepat terselesaikan tanpa memikirkan baik buruknya nanti dan saya kadang juga sering mengalami hal tersebut, padahal setiap tindakan yang kita lakukan seharusnya memiliki langkah-langkah untuk mencapai hasil yang maksimal pada tujuan kita.
    rasa percaya diri sangat dibutuhkan untuk diri kita sehingga kita tidak merasa lemah diantara orang lain!kita juga harus belajar untuk lebih mengasihi diri kita sendiri dan menjadikan diri kita berharga dimata kita sendiri dengan begitu kita akan lebih gampang mengenali diri kita!!
    tetaplah untuk menjadi diri sendiri!

  7. wuri purbo 07.1.00043

    Artikel yang bapak tulis sangat bagus,Karena jika kita benar-benar membacanya dengan cermat artikel bapak dapat mengispirasikan seseorang untuk menggali lebih dalam lagi potensi yang seseorang tersebut miliki yang mungkin tidak mereka sadari sebelumnya!
    Dapat disimpulkan bahwa pembentukan kepribadian seseorang merupakan sesuatu yang memerlukan proses yang sangat panjang. Bahwa perilaku,pemikiran,pergaulan dan lingkungan merupakan factor penting pembentuk kepribadian.
    Tetapi dalam realita kehidupan saat ini,banyak sekali generasi muda yang merasa minder dengan kekurangan mereka. Tidak banyak orang yang mengerti dengan pembelajaran hidup. Bahwa kita harus banyak berfikir dan merenung tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dalam kehidupan yang sedang kita jalani ini.
    Salah satu alasan mengapa mereka minder adalah karena mereka tidak punya cukup keberanian untuk percaya kepada diri sendiri. Padahal itu yang diperlukan untuk membangun kembali kepribadian yang mungkin dulunya kurang baik.
    Artikel bapak ini juga dapat menjadi masukan bagi orang orang yang sedang ingin mengembangkan interpersonal skillnya,sehingga mereka merasa punya kemampuan untuk bersaing dalam hal apapun.

  8. Jadi bingung Pak mau comment apa….
    Yaa menurut saya, benar sekali apa yang di sebut diatas bahwa kita akan menjadi apa yang kita pikirkan, begitu juga orang lain yang menilai kita..

    contohnya ni ya, ketika mau ujian, kalau saya berpikir ” wah, kayaknya aku nanti ga bisa ngerjain soal deh” itu sering bener terjadi walau sebenarnya soal mudah.. juga sebaliknya.

    Kenapa itu bisa terjadi ya Pak???
    Apa bener Pak, segala yang kita pikirkan entah itu hal positif maupun negatif, dapat menimbulkan energi yang bisa menggerakkan kita untuk melakukan seperti apa yang kita pikirkan??

    nambah lagi Pak, tapi agak religi sedikit..
    saya juga pernah mambaca sebuah buku (kebetulan saya juga suka membaca) yang mengatakan bahwa, ketika kita berdoa dan minta apa-apa kepada Tuhan, kelak Tuhan akan mengabulkan seperti apa yang kita pikirkan juga..

    jadi tambah bingung ni Pak… hehehe

  9. menurut saya yang diatas memberi dorongaan untuk membangun potensi yang ada dalam diri saya.karena saya kurang menggali potensi yang ada dalam diri saya.walaupun belum tau sebenarnya kelebihan apa saja yang ada dalam diri saya.karena saya sering menganggap hal yang baik pada diri saya itu adalah hal yang biasa saja.
    kadang setiap ingin menunjukkan potensi dalam diri, pasti terganjal hal yang sebenarnya tidak terlaulu penting.semisal malu atau dan juga dukungan orang disekitar kita yang menurut saya sangat penting.
    sapertinya dengan membaca bacaan diatas, saya mungkin akan lebih menghargai diri saya terlebih dahulu dan lebih berusaha membangun citra diri saya walaupun akan ada hal yang akan tidak menyenangkan atau ada pihak yang kurang menyukainya.
    tapi itulah yang terpenting, menghadapi masalah didepan kita bukan menghindar dari masalah tersebut.karena dengan masalah itu sebagai pendewasaan pada diri saya.
    terima kasih

  10. Menurut saya artikel tersebut bagus dan sangat menarik.Saya setuju dengan artikel tersebut bahwa setiap orang harus mampu mengenal dirinya sendiri untuk mengetahui konsep diri kita kemudian memunculkan serta mengembangkan potensi yang kita miliki,agar kita dapat berinteraksi dengan orang lain secara baik sehingga proses pengembangan dirinya dapat maksimal. Banyak orang yang kurang bisa mengembangkan potensi dirinya karena mereka kurang mengenal dirinya sendiri sehingga kurang mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya, maka mereka akan merasa kesulitan untuk mendefinsikan dirinya sendiri.Proses pengembangan kepribadian sangat penting untuk mengasah ketrampilan sosial kita dan untuk menggali serta mengembangkan potensi yang kita miliki.

  11. kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan kita serta mengembangkan kelebihan dan kelemahan secara optimal.
    serta dapat memberikan gambaran bagaimana mengembangkan kepribadian dengan baikmulai dari cara pengenalan diri sampai tujuan pengembangan kepribadian.

  12. shinta ch inar n

    artikel ini membahas tentang pentingnya kita menyikapi perilaku pd diri kita sendiri pd waktu bersosialisasi dng masyarakat luas dan mengetahui kepribadian yg kita miliki. Dengan cara mengenal kepribadian yg kita miliki dpt memberikan manfaat besar buat kita dan masyarakat luas/lingkungan sekitar agar kita tdk merasa asing ketika berkomunikasi.

  13. RAchmad margoyuwono

    who am i?
    siapa aku, brarti smua yang berkaitan dengan diri saya pribadi,
    dari molai fisik, sifat, intelektual, kekurangan.
    banyak sekali kekurangan dari diri kita yang tidak kita tau, karna kita tidak pernah tidak pernah ada waktu untuk diri kita sendiri mengenal siapa kita,
    kekurangan belum tentu sebuah petaka, dan kekurangan yang ada pada diri kita justru bisa menjadi suatu kelebihan bagi orang lain

  14. assalammualikum
    pak eko, saya cuma mau tanya tentang 3 teori pembentuk kepribadian manusia.
    apa teori yang pertama dan yang ke dua tersebut sama?atau teori tersebut jadi satu atau bagaimana?
    trimakasih,
    wassalamualikum.

  15. seseorang bisa menjadi baik apabila lingkungan sekitar terutama keluarga jg baik.

    tapi apabila sebaliknya,belum tentu keluarga itu tidak baik.lingkunganlah yg menjadikan seseorang tersebut menjadi seorang yg tidak baik.

    menurut saya, lingkungan itu sangat berpengaruh penting dalam kehidupan seseorang.

    karena tidak ada satupun di dunia ini,ada keluarga yg ingin melihat anak2nya ato keturunannya menjadi orang yg tidak baik.

    walaupun sering tidak sesuai dengan apa yg diharapkan.

  16. yunus novianto

    artikel yang bapak tulis sangatlah menarik karena untuk melakukan sesuatu hal besar kita perlu menggali potensi yang kita miliki,hal itu diperlukan untuk meminimalisir kegagalan yang mungkin terjadi jadi menggali potensi diri sangat diperlukan untuk mencapai kesuksesan. terima kasih

  17. Nama: Agus Ristanto
    NIM : 07.3.00002
    jur : TI-D3

    STMIK SINUS

    Email: ristant97@gmail.com

    menurut saya,

    Dalam mengembangkan diri kita harus menpersiapkan diri sebalum menunjukkan kepada orang lain. Siapakah diri kita ini? dengan begitu kita dapat mengenali siapa diri kita. Ini di perlukan karena kita dapat di hargai oleh orang lain karena pribadi kita yang menarik dengan ketrampilannya. Mulailah kita mencari potensi-potensi diri kita dengan tidak melupakan kelemahan-kelemahan kita, sebab dengan mengenali kelemahan-kelemahan kita, kita mampu mengatasi masalah-masalah yang akan di hadapi.
    Akan tetapi kita jangan terus menerus memperbaiki kelemahan-kelemahan kita, kita juga harus mencari dan menggali potensi-potensi diri kita yang baik. Dengan begitu kita bisa menjadi pribadi yang terampil di dalam masyarakat dan dengan sendirinya masyarakat dan lingkungan akan menilai dan menghargai apa yang telah kita lakukan.

  18. Nama: Arif ashari
    NIM :07.3.00008
    jur :TI-D3

    STMIK SINUS

    Email: kebob80@yahoo.co.id

    Menurut pendapat saya,

    Dalam mengembangkan diri, kita perlu melihat kelemahan-kelemahan kita sendiri. kenapa, karena dengan melihat kelemahan kita sendiri kita dapat tau pasti di mana ke tidak mampuan kita dalam melakukan sesuatu hal. Dan dengan tau kelemahan kita, kita bisa menjadikan kelemahan tersebut sebagai semangat untuk terus maju dalam menghadapi segala sesuatu.

    Tetapi dalam mengembangkan diri, kita jangan terus selalu fokus kepada kelemahan-kelemahan kita sendiri saja, bolehlah pada saat-saat tertentu memikirkannya juga sebagai penyemangat, tetapi kita juga harus mencari potensi-potensi dalam diri kita yang baik dalam kehidupan sosial atau masyarakat. Dengan bermodal potensi yang baik tersebut kita dapat memunculkan ke permukaan ketrampilan dalam diri kita, maka dengan begitu kita dapat melihat respon dari lingkungan sekitar atau masyarakat tentang sesuatu hal yang telah kita kerjakan dan dengan respon tersebut kita akan merasa menjadi orang yang berguna, dengan catatan hal-hal yang kita lakukan tersebut harus konstan atau berkesinambungan sehingga lingkungan atau masyarakat tidak memberi penilaian yang mungkin bertolak belakang terhadap diri kita sendiri.

  19. who i am??????????????????

    ak adlh seorang gadis berumur 21th. yg masih dalam proses menuju kedewasaan. ak mengakui kalo sifat buruk ak itu masih kekanak-kanakan dan emosi g blm stabil.
    tetapi ak orangnya asik diajak ngobrol, sabar, mau b’gaul ma sapa aj, gak mau menyerah kalo blm mencoba dan mendapat hasil dari usaha yg ak lakukan.

  20. artikel diatas sangat diperlukan dalam pengembangan diri karena menurut saya dalam pengembangan diri,seseorang harus terlebih dahulu mengetahui kelebihan dan elemahan dirinya sendiri sperti yang dikatakan Abraham lincoln “Jika saya punya waktu delapan jam! untuk menebang pohon, Saya akan menghabiskan waktu enam jam! untuk mengasah kapak”

  21. setelah membaca artikel diatas saya mengambil kesimpulan bahwa
    mengenali diri sendiri itu sangat diperlukan

  22. NAMA : ANTON MARSONO
    NIM : 07.3.00006
    JUR : TI-D3

    who am I?
    Dlam membangun dan menyiapkan diri kita agar mampu berinteraksi dengan orang lain dalam kerangka ketrampilan interpersonal adalah mengenali diri kita sendiri.
    Kita harus mampu mengenali diri kita secara menyeluruh supaya kita mampu membangun dri kita dengan baik.

    Cara untuk mengenal diri kita dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan:
    1.Menyusun daftar kelemahan dan kelebihan kita.
    2.Pandangan orang lain tentang kita.Kita juga mampu menemukan diri kita dengan mencermati lingkungan dimana kita sering berinteraksi didalamnya.

    Teori Konvergensi :Teori ini berpendapat bahwa manusia itu sebenarnya dibentuk atas dua komponen. Pertama, sejak lahir dia secara genetik memang telah memiliki karakter, sifat, dan potensi yang diturunkan oleh orang tua atau darah keturunannya. Setelah potensi itu ada, maka harus ditemukan, dan diasah dengan cara yang tepat oleh lingkungan.

    Ada tiga hal yang dapat kita telaah dari proses pengenalan diri:
    1. Merupakan proses menggugah kesadaran tentang diri sendiri melalui intropeksi/evaluasi secara jujur, objektif.
    2. Proses menyadari sisi positif dan sisi negatif diri sendiri
    3. Proses evaluasi/intropeksi melalui bantuan orang lain atau umpan balik

    Apa yang dapat kita cermati dari proses pengembangan Kepribadian:

    1. Dalam pengembangan merupakan proses yang selalu berkesinambungan dan tidak akan pernah berhenti, selama kita memiliki hasrat untuk tetap eksis. Proses ketrampilan sosial yang diperoleh seseorang dari pengenalan terhadap dirinya sendiri dan pengenalan terhadap lingkungan
    2. Proses mengasah sifat-sifat baik dan mengurangi sifat-sifat jelek.
    3. Proses menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat berperan secara optimal dan membentuk pribadi yang mandiri
    4. Proses mengembangkan bakat yang dimiliki, meningkatkan PD dan mewujudkan kepribadian plus.

  23. NAMA : ANTON MARSONO
    NIM : 07.3.00006
    JUR : TI-D3

    who am I?
    Dlam membangun dan menyiapkan diri kita agar mampu berinteraksi dengan orang lain dalam kerangka ketrampilan interpersonal adalah mengenali diri kita sendiri.
    Kita harus mampu mengenali diri kita secara menyeluruh supaya kita mampu membangun dri kita dengan baik.

    Cara untuk mengenal diri kita dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan:
    1.Menyusun daftar kelemahan dan kelebihan kita.
    2.Pandangan orang lain tentang kita.Kita juga mampu menemukan diri kita dengan mencermati lingkungan dimana kita sering berinteraksi didalamnya.

    Teori Konvergensi :Teori ini berpendapat bahwa manusia itu sebenarnya dibentuk atas dua komponen. Pertama, sejak lahir dia secara genetik memang telah memiliki karakter, sifat, dan potensi yang diturunkan oleh orang tua atau darah keturunannya. Setelah potensi itu ada, maka harus ditemukan, dan diasah dengan cara yang tepat oleh lingkungan.

    Ada tiga hal yang dapat kita telaah dari proses pengenalan diri:
    1. Merupakan proses menggugah kesadaran tentang diri sendiri melalui intropeksi/evaluasi secara jujur, objektif.
    2. Proses menyadari sisi positif dan sisi negatif diri sendiri
    3. Proses evaluasi/intropeksi melalui bantuan orang lain atau umpan balik

    Apa yang dapat kita cermati dari proses pengembangan Kepribadian:
    1. Dalam pengembangan merupakan proses yang selalu berkesinambungan dan tidak akan pernah berhenti, selama kita memiliki hasrat untuk tetap eksis. Proses ketrampilan sosial yang diperoleh seseorang dari pengenalan terhadap dirinya sendiri dan pengenalan terhadap lingkungan
    2. Proses mengasah sifat-sifat baik dan mengurangi sifat-sifat jelek.
    3. Proses menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat berperan secara optimal dan membentuk pribadi yang mandiri
    4. Proses mengembangkan bakat yang dimiliki, meningkatkan PD dan mewujudkan kepribadian plus.

  24. Yusuf Iskandar (07300055)

    Menurut pendapat saya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk masalah pembentukan kepribadian, saya lbih setuju dengan teori konvergasi dan saya mengambil kesimpulan dari teori tersebut sebagai berikut. Bahwa setiap manusia sebenarnya telah memiliki bakat masing-masing yg dibawanya sejak lahir. Namun terkadang, manusia kurang mengerti apakah bakat yang dimilikinya, dengan demikian maka perlu cara untuk mengenali diri.
    Setelah kita mengenali diri kita, maka akan mengerti potensi apa yang kita miliki. Dengan kita mengerti apakah potensi yang kita miliki, maka kita perlu mengasah dan mengembangkan agar paling tidak bisa menguntungkan diri kita sendiri.
    Untuk menggunakan potensi-potensi yang kita miliki agar dapat menguntungkan tidaklah mudah, kita perlu banyak mengasah potensi-potensi tersebut atau butuh persiapan yang matang sebelum kita menggunakan potensi yang ada pada diri kita.

  25. artikel yang bagus!!!!tapi saya kok masih bingung,misal untuk contoh yang lebih konkrit dalam membangun karakter yang kuat.
    bagus benar trik trik diatas diatas tetapi saya kadang-kadang saya punya masalah dalam membangun interpersonal yang baik.misalnya awalnya punya niat dan semangat yang kuat dalam membangun karakter diri tetapi ditengah perjalanan kadang saya dakalahkan oleh keadaan.giman solusinya ya pak???
    terima kasih

  26. Yusuf Iskandar (07300055)

    Menurut pendapat saya,setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Untuk masalah pembentukan kepribadian, saya lebih setuju dengan teori Konvergensi dan saya mengambil kesimpulan dari teori tersebut sebagai berikut. Bahwa setiap manusia sebenarnya telah memiliki bakat masing-masing yang dibawanya sejak lahir. Namun terkadang, manusia kurang mengerti apakah bakat yang dimilikinya,dengan demikian maka perlu cara untuk mengenali diri.
    Setelah kita mengenali diri kita, maka akan mengerti potensi apa yang kita miliki. Dengan kita mengerti apakah potensi yang kita miliki, maka kita perlu mengasah dan mengembangkannya agar paling tidak bisa menguntungkan diri kita sendiri.
    Untuk menggunakan potensi-potensi yang kita miliki agar dapat menguntungkan tidaklah mudah, kita perlu banyak mengasah potensi-potensi tersebut atau butuh persiapan yang matang sebelum kita menggunakan potensi yang ada pada diri kita.

  27. Rm.Galih Aji N.

    Setelah saya baca diatas
    Menurut pengetian saya,berarti Interpersonal skill juga bisa disebut intelejensia sosial kah?
    yang dimana intelejensia sosial terkait dengan
    1. Kepandaian untuk sensitif terhadap orang lain
    2. Meyimak untuk mendengar “subtext”dari apa yang diucapkan
    3. Memberikan dan menerima kritik secara baik
    4. Siap secara emosional
    5. Membangun “team support”

    jadi se umpama kita tidak mempunyai keriteria tersebut,dalam bekerja kita akan selalu naif dikarenakan kita tidak dapat menerima saran dan kritik orang lain
    Sulit menerima kritikan biasanya, saya men-generalisasikan, sering menjadi penyebab kegagalan dalam karir di organisasi/ perusahaan atau-pun dalam hubungan sosial. Kritikan akan selalu dianggap menyerang, emosi dan ego terbawa dalam situasi tersebut. Mereka menjadi Moody, pemarah, menyangkal tanggungjawab dengan menyalahkan orang lain untuk hal tersebut. Kebanyakan rendahnya interpersonal skill terlihat dalam bentuk arogansi. Mereka yakin, bahwa mereka memiliki nilai yang tinggi sehingga dalam berlalu dengan mudah.

  28. Purnomo Adi Nugroho

    Menurut saya artikel ini sangatlah bagus karena artikel ini menjelaskan bagaimana seseorang mengetahui jati dirinya masing-masing.Artikel ini juga memberikan pengetahuan bagaimana bakat seseorang itu dibawa dari sejak lahir,tetapi seseorang itu tidak tahu bagaimana kepribadian orang itu sendiri oleh karena itu dengan artikel ini seseorang bisa membaca dan mengartikan ataupun melaksankannya untuk mengetahui jati diri seseorang itu gimana(Who I am ?).

  29. Menurut pendapat saya, seseorang dapat mengetahui kepribadiannya (kelebihan dan kekurangan) itu dari kepekaann terhadap dirinya sendiri…
    Tanpa adanya kepekaan terhadap dirinya, seseorang akan kesulitan untuk mengetahui kepribadiannya sendiri..
    Maka dari itu kepekaan dalam diri setiap individu sangatlah penting untuk dimiliki dan harus senantiasa dikembangkan agar dapat dengan mudah mengetahui/mendiskripsikan dirinya…

  30. “”WHO I AM ???””

    “” Pernah kah kita bertanya pada diri kita sendiri dengan pertanyaan :”Who I am?”
    Jika kita mau jujur kita terkadang tidak mengenali diri kita sendiri…( Example: Jika ada pertanyaan pada diri kita apa kelebihan dan kekurangan kita , kita berfikir keras sebenarnya aku ini type orang yang gimana, termasuk orang sabar/pemarah/pemalu/supel …many more🙂 ) itu wajar karena kita sebagai mahluk yang penuh segala kekurangan
    ( tapi jangan dijadikan untuk tidak mau maju lhooo…???) ….tapi kita juga dikaruniai kelebihan … dengan kelebihan yang telah diberikan oleh Allah SWT kita seharusya dapat menutupi kekurangan ….

    Pribadi seseorang menurutku itu terbentuk banyak dari lingkungan kita berada, kita harus mampu memahami lingkungan sekitar kita, cepat tanggap dengan perubahan…Ambil yang positif untuk mengembangkan kepribadian yang baik…

    Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengembangkan kepribadian yang baik :

    1. Mampu bercermin
    – kita sering berintropeksi diri agar dapat menyesuaikan dengan lingkungan
    – Mengontrol Energi positif dan negatif ( Emosi )

    2. Melakukan interaksi dengan Lingkungan
    – Mengikuti kegiatan kampus
    – Mengikuti kegiatan masyarakat
    – Mengikuti Pengembangan Rohani

  31. Setelah membaca artikel “who am i” tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa pengenalan kepribadian sangat dibutuhkan dalam menentukan langkah/rencana kita kedepanya nanti, karna dengan mengenali diri kita sendiri maka kita akan dapat memperkirakan kapasitas/kemampuan kita dalam menentukan suatu rencana untuk masa depan kita nanti.

    Menurut saya kepribadian itu adalah sikap, emosional, dan tingkah laku yang sudah ada sejak lahir, namun tidak menutup kemungkinan juga kepribadian itu bisa berubah tergantung di lingkungan mana kita berada.
    Dan semua itu akan kembali pada diri kia sendiri, dimana kita akan menempatkan diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: