“Capping Day” Politekkes Kebidanan Surakarta

FPC

FPC

Pengalaman dan ilmu akan didapat oleh pribadi yang mampu memberanikan dirinya untuk belajar, menghargai kesalahan, dan sensitive untuk melihat perkembangan lingkungan. Peryataan ini terasa lengkap saat saya menjadi pembicara dalam acara Capping Day yang digelar pada hari Jumat, (29/3) 2009, di Politeknik Kebidanan Surakarta. Acara tersebut dilaksanakan sebagai awal bagi para mahasiswa jurusan kebidanan untuk memperoleh pengalaman lapangan di berbagai lembaga kesehatan, baik rumah sakit, klinik, rumah bersalin dan lain-lain. Seperti pribadi lainnya, maka terkadang saat menghadapi situasi yang berbeda dan baru maka akan muncul ketegangan, ketakutan, namun penuh dengan rasa ingin tahu. Persoalan sebenarnya adalah apakah perasaan itu berani ditempatkan sebagai pendorong untuk memiliki optimisme, atau menjadi beban yang memberikan perasaan berat untuk melangkah. Inti dari semua itu adalah keberanian untuk menerima apa yang ada didepan dengan positif. Artinya apa, bahwa saat anda belum mampu untuk menerima apa yang ada, maka akan selalu muncul alasan dengan muatan sebaliknya. Semakin anda kuat perasaan itu, maka semakin kuat penolakan yang anda rasakan.

Pemasangan Cap

Pada acara tersebut, juga dipasangkan Cap sebagai symbol bahwa para mahasiswa ini telah siap untuk mengabdikan diri pada dunia kesehatan. Seperti halnya, jaket putih yang dikenakan dokter, label wings untuk penerbang, baret merah untuk marinir. Karena sebetulnya, simbol untuk bukannya tidak hidup, simbol itu memiliki arti untuk membangun motivasi positif dan dorongan untuk menjadi sesuai yang diharapkan. Simbol itu akan terasa berat oleh pemula, sebab mereka selalu mengidolakan keadaan yang penuh dengan idealisme. Apa yang dinyanyikan dalam lagu mars dan lagu hymne merupakan sebuah hal sempurna yang harus mereka kerjakan. Saat muatan idealisme itu terasa begitu berat dan membebani, maka selalu akan muncul ketakutan akan sebuah kesalahan. Namun, sayangnya dalam belajar akan ada  unsur kesalahan. Sebab, dengan itu, maka kesempurnaan yang penuh dengan penyesuaian akan mampu diciptakan. Ingat, dalam sebuah lingkungan yang berbeda, idealisme yang diterapkan, nilai dan karater akan juga berbeda. Untuk itu, puaskanlah dahaga anda untuk belajar, untuk meraih idealisme yang penuh dengan penyesuaian. Untuk itu, mulailah tersenyum dengan apa yang akan anda kerjakan, sebab antusiame anda akan dibayar dengan pengalaman baru, proses belajar baru, yang tentu saja belum tentu akan anda dapatkan di dalam ruang kuliah.

Mengapa Orang Tua Dihadirkan

Saat itu, tidak hanya mahasiswa yang ada dalam ruang tersebut, namun orang tua (ada banyak yang dari luar kota) ikut dihadirkan. Sebetulnya sukses itu terjadi oleh sebuah tindakan nyata, bagaimana pribadi mampu mengelola potensi diri dan lingkungannya. Kata lingkungan mengarah pada situasi sosial yang membentuk pribadi tersebut. Keluarga adalah sebuah pemberian yang penuh dengan simbolisasi kesuksesan. Bagaimana kesediaan dua insan yang bebas menentukan nasib, kemauan, tujuan. Harus merelakan sebagain dari itu untuk dibagi dengan pasangannya. Setelah itu, mereka bahkan rela mengapus beberapa obsesi dalam hidupnya hanya untuk melihat buah hatinya mencapai apa yang diimpikan. Inilah momen kebanggaan untuk berbagi, kebagaiaan untuk berbuat sesuatu. Bahkan, bisa jadi saat ini anda, saya, dan banyak orang lain bukan hidup untuk dirinya sendiri, namun juga untuk orang lain. Saat rasa bangga itu muncul, maka diharapkan akan menghasilkan dorongan positif bagi orang tua untuk mempersiapkan sebuah nilai baru, agar mahasiswa tidak lagi canggung dan malu, atau bahkan takut untuk menghadapi sesuatu yang baru.

Antusiame dan rasa ingin tahu

Ada yang menarik, dalam pelatihan tersebut. Bahwa mereka (mahasiswa) memiliki sebuah hal yang patut untuk dikembangkan menjadi daya saing. Antusiasme dan rasa ingin tahu. Pertama, Atusiasme ini jika dikelola dengan baik, akan menjadikan setiap pribadi memiliki kemungkinan untuk diperhatikan oleh orang lain. Menunjukkan optimalisasi kerja, semangat untuk selalu ramah dan rendah hati, menghargai orang lain, dan membuat sebuah situasi yang berbeda pada lingkungan yang baru. Untuk yang terakhir, maka sebetulnya pribadi yang memiliki antusiasme selau mampu membawa warna baru bagi lingkungan disekitarnya. Kehadirannya dinantikan, dan tidak membosankan. Jadilah pribadi antusias, bersemangat dan ciptakanlah warna baru bagi lingkungan anda. Kedua, rasa ingin tahu adalah sebuah hal yang baik, jika dikotrol. Maka penuhi rasa ingin tahu anda dengan sikap-sikap yang baik. Mintalah permisi ketika ingin bertanya sesuatu. Keinginan ini akan menjadikan anda tahu lebih banyak informasi. Beranikanlah diri anda untuk memuaskan rasa ingin tahu itu, dan lakukanlah dengan cara-cara yang santun dan baik.

Membuat Target Capaian

Salah satu hal yang membuat anda takut pada lingkungan baru adalah, anda sama sekali tidak membuat rencana apa yang harus dilakukan. Bagaimana pada saat pertama kali masuk dan membaur, apa yang harus saya lakukan, siapa yang pertama kali saya temui, bagaimana saya berkomunikasi dengan mereka, kapan saya harus belajar sesuatu. Hal-hal kecil ini kita anggap sebagai hal sederhana, namun menjadi terkesan rumit, karena tidak direncanakan. Mengapa anda tidak menuliskannya di sebuah kertas (agenda) tentang apa yang akan terjadi kemudian. Inilah yang dinamakan perencanaan. Sehingga gambaran negatif tentang masa depan bisa anda kendalikan, karena telah ada gambaran positifnya. Termasuk jika anda ingin belajar, apa saja yang ingin anda pelajari baiknya ada perencanaan (tertulis), jangan sampai kesempatan dan peluang untuk belajar sesuatu itu anda lewatkan begitu saja, hanya karena tidak ada rencana. Jika demikian, maka sebetulkan anda telah mampu memberikan kontrol terhadap masa depan atau apa yang akan terjadi nanti. Setelah itu, tinggal kita berdoa dan berusaha akan situasi yang tidak sesuai mampu untuk diminimalisir.

Sahabat mahasiswa, calon bidan selamat datang di dunia penuh pengalaman dan ilmu. Pastikan anda semua mendapatkannya secara optimal. Berusaha untuk menjadi pribadi yang berani, percaya diri, memiliki antusiasme dan komitmen terhadap apa yang diidealkan. Namun, bebaskanlah diri anda dari beban kesempurnaan, sebab belajar selalu penuh dengan kesalahan yang menyadarkan. Ingatkan diri anda untuk selalu memberikan yang terbaik, meskipun mungkin tidak selalu dinilai baik dimata orang lain. Selamat, sukses untuk anda semua.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on June 1, 2009, in Artikel Pelatihan, Info Pelatihan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: