Benarkah Engkau Takut!

metamorphosis

Jeniffer adalah seorang analis pasar yang mengharuskan dirinya untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara. Dalam menjalani tugasnya, jeniffer harus bersiap menghadapi berbagai tantangan baik secara fisik maupun psikologis. Jeniffer tentu paham mengapa perusahaan menempatkannya pada posisi ini. Karena Jeniffer adalah tipe pribadi yang sangat berani, berwawasan luas dan menyukai tantangan. Dalam tugasnya Jenn dihadapkan pada beragan situasi sulit, dari mulai medan berat pada saat dia diharuskan untuk menembus hutan untuk mencapai satu daerah terpencil di Kalimantan, panasnya udara di Afrika Selatan, atau konflik perang di semenanjung arab dan afganistan. Belum lagi tekanan psikis seperti rasa rindu pada keluarga, kata-kata kasar dari kolega bisnis, tekanan kerja dari perusahaan, dan itu semua telah dia hadapi dengan sangat baik. Apapun itu, selama lebih dari 10 tahun Jenn mampu untuk menjadi bak kesatria wanita, seorang yang terlalu sempurna di hadapan banyak kolega dan rekan bisnisnya pun bagi suami dan anaknnya di Colorado.

Belakangan ada sesuatu yang mengganggu pekerjaan Jenn. Dia merasa cepat sekali lelah dan merasakan sakit di sekitar perut saat menjelang malam. Hal ini telah terlalu sering terjadi, namun tuntutan pekerjaan membuat Jenn berusaha menghindari perasaan sakit itu. Semakin lama sakit yang dirasakannya semakin menjadi, dan atas saran atasannya Jenn pun pergi ke Dokter untuk melihat kondisinya. Alangkah terkejutnya Jenn, bahwa dia dia terjangkit kanker pada livernya dan telah menjadi akut karena telah mulai merambah pada area jantung. Berita itu membuat Jenn seketika lemas. Dia tidak membayangkan karir cemerlangnya akan menjadi seperti ini.

Dalam kondisi tak menentu Jenn menemukan perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya yaitu ketakutan. Tak terbayangkan Jenn akan menghadapi maut. Jenn merasa inilah akhirnya, penyesalan terbesarnya adalah dia tidak mampu merasakan kehangatan keluarga dengan sempurna. Dia tidak sanggup melihat tawa kecil  Chaterine karena Jenn menemukan putrinya telah tumbuh lebih cepat dari yang dia bayangkan.

Hati Jenn pun mulai pasrah. Dia berfikir manusia adalah sesuatu yang mungkin tidak akan menjadi sempurna. Dia muali berfikir tentang Tuhan, hidup dalam kedamaian, ketenangan. Ambisinya telah mulai melunak, tekanan untuk menjalani kehidupan dalam kesembuhanpun mulai muncul saat dalam hening, dia mampu menemukan bayangan tawa kecil Chaterine. Siapa tahu, keputusan ”tangan tak terlihat itu berpihak padanya” meskipun tidak. Tetap saja itu adalah sebuah kebaikan.

”Ketakutan itu muncul saat pikiran berpihak pada sesuatu yang tidak menyenangkan.

Sadarkah anda bahwa mautpun bisa menjadi saat yang menyenangkan dan bukan menuai ketakutan. Pribadi yang mampu melihat sisi baik dari maut, maka dirinya akan selalu siap untuk menemuinya dengan senyuman. Inilah hal terindak yang diberikan Tuhan untuknya. Mengakhiri seluruh perjalanannya di dunia dengan kondisi yang penuh dengan asa. Asa untuk ditempatkan pada tempat-tempat terhormat di hadapan sang pemberi nafas.

Ketakutan akan semakin menjadi saat dia merasa bahwa ada bagian atau seluruh bagian dalam dirinya melakukan penolakan. Penolakan itu bisa muncul jika anda merasa bahwa apa yang akan menjadi pilihan itu tidak memiliki keberpihakan positif pada anda. Artinya, hal tersebut anda persepsikan hampir pasti akan menjadikan anda merasa menemukan kerugian. Anda takut memegang ular, sebab bisa jadi anda pahami bahwa semua ular itu berbisa dan jika menggigit pasti akan terasa sakit serta menyebabkan kematian. Anda tidak ingin bersedekah, sebab pemahaman sedekah pasti akan mengurangi harta anda dan andapun merasa rugi. Anda takut menikah, karena jika itu terjadi anda harus berkerja dan berfikir lebih keras untuk memberi nafkah keluarga, padahal saat ini anda belum memiliki pekerjaan yang tetap.

Ketakutan adalah sebuah kewajaran. Dan secara psikologis memang manusia lebih cenderung memikirkan sisi negatif daripada sisi positif lebih dahulu. Tetapi hal tersebut bukan berarti anda tidak harus memikirkan sebuah keberanian. Sebab, apapun itu selama anda mampu menemukan celah yang membuat anda merasa diuntukan oleh sebuah pilihan, maka bersegeralah untuk memunculkan hal tersebut. Jika tidak, maka kekuatan untuk meragukan keberanian itu, akan menjadi jauh lebih besar yang pada akhir sekali lagi akan membuahkan ketakutan yang lebih besar dari keberanian itu sendiri.

”Merasalah takut pada hal-hal yang akan memunculkan keberanian dalam diri anda”

Takutlah untuk menjadi ”kotor” untuk menemukan anda sebagai pribadi yang ”bersih”. Inilah yang saya sebut sebagai keutamaan. Bagaimana mungkin seseorang takut untuk membongkar sebuah praktek korupsi jika dia memang pribadi yang bersih. Tentu tidak menjadi mudah sebab tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak memiliki kesalahan. Kesalahan inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran. Pribadi yang selalu diikuti oleh perasaan khawatir akan menemukan jalannya penuh dengan batu kerikil tajam yang membuatnya tidak lancar berjalan, meskipun lingkungan meyakini anda mamou berlari dengan cepat. Ketiadaan keberanialah yang memungkinnya semua itu terjadi.

Jika anda ingin menjadi pribadi yang utama maka cobalah takut pada sesuatu yang pada masa datang akan memunculkan kekhawatiran. Misalnya takutlah untu berkata bohong, ini awal munculnya keberanian untuk berkata jujur. Takutlah untuk tidak menjadi berharga bagi teman-teman disekitar anda, keluarga ataupun sanak saudara. Sehingga saat anda akan meninggalkan mereka nantinya, tidak ada penyesalan sedikitpun yang membuat anda merasa tidak nyaman. Buatlah diri anda dengan senyaman mungkin saat melihat sebuah proses usaha, sehingga saat anda merasa gagalpun, anda tidak takut bangkit karena anda telah menangkap dengan baik bagaimana seharusnnya, meskipun tidak selalu sesuai dengan bagaimana jadinya.

About forumkuliah

Dosen, trainer, writer

Posted on August 16, 2010, in Artikel Motivasi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: